Menteri Luar Negeri (Menlu) Iran, Abbas Araghchi, mengkritik Amerika Serikat (AS) yang disebut lebih memilih "petualangan militer yang gegabah" daripada diplomasi. Jet tempur AS menembaki dan melumpuhkan dua kapal tanker berbendera Iran pada Jumat (8/5) waktu setempat.
Araghchi, dalam pernyataan terbarunya, menuduh AS sengaja menggunakan tindakan militer setiap kali solusi diplomatik dengan Iran tampak memungkinkan. Dia menegaskan rakyat Iran "tidak pernah tunduk pada tekanan".
Sementara itu, Washington menuduh kedua kapal tanker Iran itu berusaha melanggar blokade laut AS terhadap pelabuhan-pelabuhan Teheran.
Selain berita tersebut, berikut ini berita-berita internasional yang menarik perhatian pembaca detikcom, hari ini, Sabtu (9/5/2026):
- UEA Cegat 2 Rudal-3 Drone Diluncurkan dari Iran, 3 Orang Luka-luka
Uni Emirat Arab (UEA) melaporkan pertahanan udaranya mencegat rentetan serangan udara yang terdeteksi diluncurkan dari wilayah Iran pada Jumat (8/5) waktu setempat. Sedikitnya tiga orang mengalami luka-luka akibat serangan tersebut.
Kementerian Pertahanan UEA dalam pernyataan via media sosial X, seperti dilansir Al Arabiya dan The National, Sabtu (9/5/2026), mengatakan bahwa sedikitnya dua rudal balistik dan tiga drone, yang menurut UEA ditembakkan oleh Iran, dicegat oleh sistem pertahanan udara negaranya pada Jumat (8/5).
Disebutkan oleh Kementerian Pertahanan UEA bahwa tiga orang mengalami luka-luka sedang.
- Iran Kritik AS: Lebih Pilih Petualangan Militer Gegabah Daripada Diplomasi
Menteri Luar Negeri (Menlu) Iran, Abbas Araghchi, melontarkan kritikan terbaru untuk Amerika Serikat (AS), yang disebut lebih memilih "petualangan militer yang gegabah" daripada diplomasi. Araghchi menuduh AS sengaja menggunakan tindakan militer setiap kali solusi diplomatik dengan Iran tampak memungkinkan.
"Setiap kali solusi diplomatik ada di meja perundingan. AS memilih petualangan militer yang gegabah," kata Araghchi dalam pernyataan terbaru via media sosial X, seperti dilansir Middle East Monitor, Sabtu (9/5/2026).
"Apa pun penyebabnya, hasilnya sama: rakyat Iran tidak pernah tunduk pada tekanan," tegasnya.
- Jet Tempur AS Tembaki 2 Kapal Tanker Iran yang Coba Langgar Blokade
Militer Amerika Serikat (AS) mengerahkan jet tempur yang melepas tembakan untuk melumpuhkan dua kapal tanker berbendera Iran pada Jumat (8/5) waktu setempat. Washington menuduh kedua kapal tanker Iran itu berusaha melanggar blokade laut AS terhadap pelabuhan-pelabuhan Teheran.
Dengan insiden terbaru itu, seperti dilansir AFP, Sabtu (9/5/2026), maka AS sejauh ini telah menghentikan secara paksa empat kapal, yang menurut mereka mencoba melanggar blokade laut di sekitar Selat Hormuz, yang diberlakukan sejak 13 April lalu.
Komando Pusat AS (CENTCOM), yang mengawasi operasi militer AS di Timur Tengah, mengumumkan bahwa sebuah jet tempur F/A-18 Super Hornet milik Angkatan Laut AS telah melumpuhkan kapal M/T Sea Star III dan M/T Sevda dengan "menembakkan amunisi presisi ke cerobong asap mereka, mencegah kapal-kapal yang tidak patuh tersebut memasuki Iran".
- Ratusan Dokumen Rahasia AS Soal UFO Diungkap ke Publik, Apa Saja Isinya?
Pentagon atau Departemen Pertahanan Amerika Serikat (AS) baru saja merilis kelompok pertama dokumen rahasia yang mendokumentasikan laporan penampakan objek terbang tak teridentifikasi atau UFO. Beberapa dokumen bahkan berasal dari tahun 1940-an silam. Apa saja isinya?
Laporan tentang piring terbang dan penampakan bola oranye bercahaya seperti dalam film "Lord of the Rings", seperti dilansir AFP, Sabtu (9/5/2026), termasuk di antara insiden yang disebutkan dalam berkas yang dirilis Pentagon pada Jumat (8/5) pagi waktu setempat.
Sebanyak 162 dokumen rahasia soal UFO itu berasal dari Biro Investigasi Federal (FBI), Departemen Luar Negeri, dan Badan Antariksa AS (NASA), selain dari Pentagon sendiri.
- Pemerintah Trump Rilis Dokumen Rahasia UFO, Dituduh Pengalihan Isu Epstein
Langkah pemerintahan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump merilis kumpulan dokumen rahasia terkait laporan penampakan objek terbang tak teridentifikasi (UFO) menuai kritikan. Seorang politisi AS menilai langkah itu sebagai "propaganda" dan pengalihan dari kasus penjahat seks Jeffrey Epstein.
Pentagon atau Departemen Pertahanan AS merilis 162 dokumen rahasia, yang mendokumentasikan laporan penampakan UFO, pada Jumat (8/5) pagi waktu setempat. Selain dari Pentagon, dokumen rahasia itu berasal dari Biro Investigasi Federal (FBI), Departemen Luar Negeri, dan Badan Antariksa AS (NASA).
Dokumen tersebut dapat diakses oleh publik pada situs resmi Pentagon.
Simak juga Video 'Dituding Langgar Gencatan Senjata, AS: Iran yang Nyerang Duluan!':











































