Militer Iran mengingatkan bahwa pasukan Amerika Serikat akan diserang jika mereka memasuki Selat Hormuz. Hal ini disampaikan pada hari Senin (4/5), setelah Presiden AS Donald Trump mengumumkan Washington akan mulai mengawal kapal-kapal melintasi jalur air vital yang diblokir Iran tersebut.
"Kami memperingatkan bahwa setiap pasukan bersenjata asing -- terutama militer AS yang agresif -- jika mereka bermaksud mendekati atau memasuki Selat Hormuz, akan menjadi sasaran dan diserang," kata Mayor Jenderal Ali Abdollahi dari komando pusat militer Iran, dalam sebuah pernyataan yang disiarkan oleh stasiun penyiaran pemerintah Iran, IRIB.
Selain berita tersebut, berikut ini berita-berita internasional yang menarik perhatian pembaca detikcom, hari ini, Senin (4/5/2026):
- Kue Ultah Menteri Israel Bergambar Tali Gantungan, Ternyata Ini Artinya
Menteri Keamanan Nasional Israel, Itamar Ben Gvir, yang kontroversial merayakan ulang tahun ke-50 dengan kue ultah yang dihiasi gambar tali gantungan. Gambar itu menjadi referensi terhadap undang-undang hukuman mati yang diberlakukan baru-baru ini yang menargetkan tahanan Palestina.
Rekaman video yang beredar online, seperti dilansir The New Arab, Senin (4/5/2026), menunjukkan Ben Gvir yang merupakan tokoh ultranasionalis Israel itu, menghadiri pesta ultah untuk dirinya, dengan memegang kue yang mencantumkan ucapan dalam bahasa Ibrani.
"Selamat Menteri Ben Gvir. Terkadang mimpi menjadi kenyataan," demikian bunyi ucapan dalam kue ultah Ben Gvir.
- AS Serahkan Kapal Iran yang Disita dan 22 Awaknya ke Pakistan
Amerika Serikat (AS) menyerahkan sebuah kapal kontainer berbendera Iran, yang disita setelah berusaha menerobos blokade laut AS pada pertengahan April lalu, kepada Pakistan. Puluhan awak kapal kontainer bernama Touska itu, juga ikut diserahkan kepada otoritas Islamabad, untuk dipulangkan ke Teheran.
Langkah tersebut, seperti dilansir Anadolu Agency, Senin (4/5/2026), dilaporkan oleh media AS, ABC News, yang mengutip keterangan Komando Pusat AS (CENTCOM), yang mengawasi operasi militer AS di kawasan Timur Tengah.
"Hari ini, pasukan AS menuntaskan penyerahan 22 awak kapal M/V Touska ke Pakistan untuk dipulangkan," kata juru bicara CENTCOM, Kapten Tim Hawkins, seperti dikutip ABC News pada Minggu (3/5) waktu setempat.
- Iran Kasih Deadline 1 Bulan bagi AS Cabut Blokade-Setop Perang
Iran menetapkan deadline atau tenggat waktu satu bulan untuk menegosiasikan kesepakatan guna membuka kembali Selat Hormuz, mengakhiri blokade laut Amerika Serikat (AS), dan secara permanen mengakhiri perang baik yang berkecamuk di Iran maupun di Lebanon, markas kelompok Hizbullah.
Laporan media AS Axios, seperti dilansir Anadolu Agency dan Middle East Monitor, Senin (4/5/2026), menyebutkan bahwa tenggat waktu satu bulan itu diusulkan Teheran dalam proposal revisi 14 poin berisi kerangka perjanjian yang diajukan kepada Washington pada Kamis (30/4) pekan lalu.
Dua sumber yang diberi informasi tentang dokumen itu, seperti dikutip Axios, mengungkapkan bahwa proposal Iran menetapkan tenggat waktu satu bulan yang ketat untuk mengamankan kesepakatan, yang mencakup akses maritim, mengakhiri blokade angkatan laut AS, dan gencatan senjata yang langgeng di kedua front.
- Banyak Pesawat Militer AS Terbang dari Eropa ke Timteng, Ada Apa?
Lalu lintas udara militer Amerika Serikat (AS) dari Eropa ke kawasan Timur Tengah mengalami peningkatan yang cukup signifikan baru-baru ini. Hal ini terdeteksi saat ketegangan antara AS dan Iran terus berlanjut, setelah upaya perdamaian untuk mengakhiri perang terhenti.
Pemeriksaan yang dilakukan kantor berita Turki, Anadolu Agency, menggunakan data FlightRadar24, seperti dilansir Anadolu, Senin (4/5/2026), menemukan peningkatan yang tidak biasa dalam jumlah pesawat militer AS yang terbang dari pangkalan mereka di Eropa ke negara-negara Timur Tengah pada 2 Mei kemarin.
Sebagian besar pesawat militer AS yang terdeteksi mengudara ke Timur Tengah terdiri atas pesawat angkut militer dan pesawat pengisian bahan bakar di udara.
- Iran Akan Serang Pasukan AS Jika Masuki Selat Hormuz!
Militer Iran mengingatkan bahwa pasukan Amerika Serikat akan diserang jika mereka memasuki Selat Hormuz. Hal ini disampaikan pada hari Senin (4/5), setelah Presiden AS Donald Trump mengumumkan Washington akan mulai mengawal kapal-kapal melintasi jalur air vital yang diblokir Iran tersebut.
"Kami memperingatkan bahwa setiap pasukan bersenjata asing -- terutama militer AS yang agresif -- jika mereka bermaksud mendekati atau memasuki Selat Hormuz, akan menjadi sasaran dan diserang," kata Mayor Jenderal Ali Abdollahi dari komando pusat militer Iran, dalam sebuah pernyataan yang disiarkan oleh stasiun penyiaran pemerintah Iran, IRIB.











































