Banyak Pesawat Militer AS Terbang dari Eropa ke Timteng, Ada Apa?

Banyak Pesawat Militer AS Terbang dari Eropa ke Timteng, Ada Apa?

Novi Christiastuti - detikNews
Senin, 04 Mei 2026 10:55 WIB
Pesawat Boeing KC-135 Stratotanker milik Angkatan Udara AS (dok. AFP/JACK GUEZ)
Pesawat Boeing KC-135 Stratotanker milik Angkatan Udara AS (dok. AFP/JACK GUEZ)
Washington DC -

Lalu lintas udara militer Amerika Serikat (AS) dari Eropa ke kawasan Timur Tengah mengalami peningkatan yang cukup signifikan baru-baru ini. Hal ini terdeteksi saat ketegangan antara AS dan Iran terus berlanjut, setelah upaya perdamaian untuk mengakhiri perang terhenti.

Pemeriksaan yang dilakukan kantor berita Turki, Anadolu Agency, menggunakan data FlightRadar24, seperti dilansir Anadolu, Senin (4/5/2026), menemukan peningkatan yang tidak biasa dalam jumlah pesawat militer AS yang terbang dari pangkalan mereka di Eropa ke negara-negara Timur Tengah pada 2 Mei kemarin.

Sebagian besar pesawat militer AS yang terdeteksi mengudara ke Timur Tengah terdiri atas pesawat angkut militer dan pesawat pengisian bahan bakar di udara.

Di antara pesawat militer itu adalah pesawat kargo militer C-17A Globemaster III, yang mampu mengangkut sekitar 77 ton muatan kargo dan sekitar 100 personel.

Pesawat angkut Lockheed C-5M Super Galaxy, pesawat angkut terbesar di Angkatan Udara AS, dengan kapasitas muatan sekitar 127 ton, dan Boeing KC-46 Pegasus, pesawat tanker buatan Boeing yang digunakan untuk pengisian bahan bakar di udara dan transportasi strategis, menurut Anadolu Agency, juga terlihat beroperasi di wilayah udara Eropa dan Timur Tengah.

Setidaknya 12 pesawat angkut militer AS dilaporkan sedang dalam perjalanan ke Timur Tengah, beberapa di antaranya berangkat dari Jerman.

Pesawat tanker Boeing KC-135 Stratotanker juga termasuk di antara pesawat yang mengudara ke kawasan tersebut, dengan setidaknya empat pesawat pengisian bahan bakar terlihat beroperasi di sekitar Israel dan area-area sekitarnya.

Selain itu, pesawat pengintai intelijen sinyal (SIGNIT) milik AS, jenis Boeing RC-135W Rivet Joint, terlihat beroperasi di langit dekat Bahrain.

Beberapa pesawat angkut militer yang berangkat dari AS, sebut Anadolu Agency, juga terdeteksi mengudara tanpa tujuan yang terkonfirmasi pada tahap ini.

Ketegangan masih tinggi di Timur Tengah sejak perang berkecamuk pada 28 Februari lalu. Selat Hormuz, jalur perairan strategis untuk pasokan minyak dan gas global, ditutup oleh Iran imbas perang tersebut. Membalas hal tersebut, AS memberlakukan blokade laut terhadap lalu lintas maritim Iran di jalur perairan penting tersebut.

Gencatan senjata selama dua minggu diumumkan pada 7 April lalu melalui mediasi Pakistan, yang diikuti perundingan damai di Islamabad pada 11 April. Namun perundingan berakhir tanpa kesepakatan apa pun untuk mengakhiri perang secara permanen.

Presiden AS Donald Trump kemudian memperpanjang gencatan senjata, tanpa menetapkan tenggat waktu baru, setelah permintaan dari Pakistan sebagai mediator. Hingga saat ini, upaya perdamaian terus dilakukan oleh mediator namun belum menghasilkan pertemuan baru.

Lihat juga Video: Wujud Pesawat Bomber B-52 AS yang Dikerahkan ke Iran

Halaman 2 dari 2
(nvc/ita)


Berita Terkait