Memanas, Iran Luncurkan Rudal-Drone ke Kapal Perang AS

Memanas, Iran Luncurkan Rudal-Drone ke Kapal Perang AS

Novi Christiastuti - detikNews
Sabtu, 06 Jun 2026 12:52 WIB
Garda Revolusi Iran menembakkan roket dari sejumlah kapal dalam latihan militer di perairan Teluk (dok. AFP)
Garda Revolusi Iran menembakkan roket dari sejumlah kapal dalam latihan militer di perairan Teluk (dok. AFP)
Teheran -

Militer Iran mengklaim pasukan Angkatan Lautnya telah melepaskan tembakan peringatan ke arah sejumlah kapal perang Amerika Serikat (AS) yang beroperasi di Laut Oman. Teheran menyebut tembakan peringatan itu memaksa kapal-kapal perang Washington untuk mundur dari area perairan tersebut.

Kantor humas militer Iran dalam pernyataannya, seperti dilansir Anadolu Agency, Sabtu (6/6/2026), menyebut bahwa tembakan peringatan itu dilancarkan dengan menggunakan rudal dan drone ke arah sejumlah kapal perusak militer AS yang ada di Laut Oman pada Jumat (5/6) waktu setempat.

Langkah tersebut, menurut militer Iran, merupakan bagian dari operasi berkelanjutan yang dilakukan sebagai tanggapan atas apa yang digambarkan sebagai pelecehan oleh AS di lautan, serta penyitaan kapal tanker komersial dan minyak Iran.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menurut militer Iran, pasukan Angkatan Lautnya melepaskan tembakan peringatan menggunakan sejumlah rudal Qadir dan beberapa drone tempur jenis Shahed Danesh ke kapal-kapal perusak AS jenis DDG-103 dan DDG-87 -- merujuk pada kode lambung kapal perang AS USS Truxtun dan USS Mason.

Diklaim juga oleh militer Iran bahwa kapal-kapal perang AS tersebut kemudian meninggalkan Laut Oman dan bergerak menuju ke Samudra Hindia.

Iran selama ini menuduh Angkatan Laut AS mengganggu perdagangan dan keamanan maritim di kawasan tersebut.

Militer Teheran menyebut kapal-kapal perusak militer Washington yang menjadi target serangan itu berfungsi sebagai pusat komando dan kendali untuk apa yang digambarkan oleh Iran sebagai aktivitas AS yang bermusuhan terhadap pelayaran komersial Iran.

Pusat komando yang mengawasi operasi Angkatan Laut Iran menyerukan AS untuk menghentikan apa yang mereka sebut sebagai pencurian maritim dan tindakan bermusuhan di perairan regional.

Meskipun kapal-kapal militer AS telah bergerak melampaui jangkauan rudal yang digunakan dalam operasi peringatan tersebut, militer Iran memperingatkan bahwa pasukan Teheran dapat menggunakan senjata jarak jauh jika diperlukan.

Perang yang berkecamuk antara AS dan Israel melawan Iran sebagian besar terhenti sejak gencatan senjata diberlakukan pada 8 April lalu, yang kemudian diperpanjang tanpa batas waktu oleh Presiden Donald Trump.

Namun beberapa waktu terakhir, AS dan Iran saling melancarkan serangan dan saling menuduh adanya pelanggaran gencatan senjata.

Upaya perdamaian yang dimediasi Pakistan terus berlanjut, namun sejauh ini belum membuahkan hasil konkret untuk mengakhiri konflik secara permanen.

Aksi saling serang terbaru terjadi pada Jumat (5/6) dan Sabtu (6/6) dini hari, dengan AS mengumumkan pasukannya menyerang instalasi radar Iran di Pulau Qeshm, setelah menembak jatuh empat drone tempur Teheran yang mengudara ke Selat Hormuz.

Iran membalas dengan serangan rudal dan drone terhadap pangkalan militer AS yang ada di Kuwait dan Bahrain.

Lihat juga Video: AS dan Iran Saling Serang saat Perundingan Terhenti

Halaman 2 dari 2
(nvc/idh)


Berita Terkait