Kue Ultah Menteri Israel Bergambar Tali Gantungan, Ternyata Ini Artinya

Kue Ultah Menteri Israel Bergambar Tali Gantungan, Ternyata Ini Artinya

Novi Christiastuti - detikNews
Senin, 04 Mei 2026 15:33 WIB
Menteri Keamanan Nasional Israel Itamar Ben Gvir (dok. Getty Images/Erik Marmor)
Menteri Keamanan Nasional Israel Itamar Ben Gvir (dok. Getty Images/Erik Marmor)
Tel Aviv -

Menteri Keamanan Nasional Israel, Itamar Ben Gvir, yang kontroversial merayakan ulang tahun ke-50 dengan kue ultah yang dihiasi gambar tali gantungan. Gambar itu menjadi referensi terhadap undang-undang hukuman mati yang diberlakukan baru-baru ini yang menargetkan tahanan Palestina.

Rekaman video yang beredar online, seperti dilansir The New Arab, Senin (4/5/2026), menunjukkan Ben Gvir yang merupakan tokoh ultranasionalis Israel itu, menghadiri pesta ultah untuk dirinya, dengan memegang kue yang mencantumkan ucapan dalam bahasa Ibrani.

"Selamat Menteri Ben Gvir. Terkadang mimpi menjadi kenyataan," demikian bunyi ucapan dalam kue ultah Ben Gvir.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Beberapa pengguna media sosial menyebut kue ultah itu merupakan hadiah dari istri Ben Gvir, Ayala.

Menurut The Times of Israel, pesta ultah itu sudah kontroversial setelah Ben Gvir mengundang para anggota Staf Komando Umum Kepolisian Israel, badan keamanan yang diawasi oleh kementeriannya. Dia dituduh menyalahgunakan kekuasaannya sebagai menteri.

Undang-undang yang sangat kontroversial itu, yang disahkan oleh parlemen Israel pada Maret lalu, mewajibkan hukuman mati bagi tahanan Palestina. Undang-undang tersebut didukung oleh Ben Gvir dan partainya, Otzma Yehudit.

Berdasarkan undang-undang tersebut, warga Palestina di Tepi Barat yang dinyatakan bersalah oleh pengadilan militer Israel karena melakukan serangan mematikan, yang diklasifikasikan sebagai "terorisme", akan menghadapi hukuman mati sebagai hukuman standar.

Undang-undang itu dikecam kelompok-kelompok HAM. Badan pengawas Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) mengkritik undang-undang tersebut melanggengkan diskriminasi rasial dan belum pernah terjadi sebelumnya, menciptakan sistem hukuman mati yang hanya berlaku untuk satu populasi di bawah pendudukan.

Mereka memperingatkan bahwa kerangka kerja seperti itu, yang menggabungkan hukuman mati dengan pengadilan militer dan jalur banding yang terbatas, menandai penyimpangan yang mengkhawatirkan dari norma-norma internasional yang lebih luas.

"Ketika hasutan untuk membunuh tahanan Palestina menjadi 'kue ulang tahun', itu mengungkapkan mentalitas sebenarnya yang mengatur kebijakan pendudukan (Israel). Ini bukan hanya ekstremisme; ini adalah kemerosotan moral sepenuhnya," kritik salah satu pengguna media sosial X.

"Bahkan saat merayakan ulang tahun, dia menginginkan lebih banyak kematian. Sangat meresahkan," timpal pengguna media sosial X lainnya.

Tonton juga video "Netanyahu Setelah Israel Digempur: Iran Ancaman Bagi Seluruh Dunia"

Halaman 2 dari 2
(nvc/ita)


Berita Terkait