Iran mengatakan bahwa Amerika Serikat tidak bisa lagi "mendikte" apa yang dilakukan negara-negara lain. Hal ini disampaikan seiring Washington tengah mempertimbangkan proposal baru dari Teheran tentang pembukaan blokade Selat Hormuz.
Iran secara efektif telah menutup Selat Hormuz sejak awal perang dengan Amerika Serikat dan Israel. Langkah Iran ini mengirimkan gelombang kejutan ke pasar energi global dan menempatkan selat strategis tersebut di pusat negosiasi untuk mengakhiri konflik. Selat Hormuz merupakan jalur vital untuk pengiriman minyak dan gas global
"Amerika Serikat tidak lagi berhak mendikte kebijakannya kepada negara-negara merdeka," kata juru bicara Kementerian Pertahanan Iran, Reza Talaei-Nik, menurut televisi pemerintah Iran, dilansir kantor berita AFP, Selasa (28/4/2026).
Dia menambahkan bahwa Washington harus "menerima bahwa mereka harus meninggalkan tuntutan-tuntutan ilegal dan irasionalnya".
Meskipun gencatan senjata telah menghentikan pertempuran antara Iran, AS, dan Israel, tapi pembicaraan untuk mengakhiri konflik secara permanen belum membuahkan hasil.
Proposal baru Iran yang sedang dipertimbangkan di Washington dilaporkan akan membuka kembali Selat Hormuz, sementara negosiasi yang lebih luas tentang perang terus berlanjut.
Pemerintah Iran telah menegaskan pihaknya membutuhkan jaminan yang kredibel terhadap serangan lainnya dari AS dan Israel, sebelum dapat memastikan keamanan di kawasan Teluk yang kaya minyak.
(ita/ita)