Trump Bilang Iran dalam Keadaan Kolaps

Trump Bilang Iran dalam Keadaan Kolaps

Rita Uli Hutapea - detikNews
Rabu, 29 Apr 2026 08:59 WIB
Presiden Amerika Serikat Donald Trump (Foto: Getty Images via AFP/ANNA MONEYMAKER)
Presiden Amerika Serikat Donald Trump (Foto: Getty Images via AFP/ANNA MONEYMAKER)
Jakarta -

Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengatakan Iran telah memberitahunya bahwa mereka berada dalam "keadaan kolaps" dan sedang mencari solusi untuk situasi kepemimpinan mereka.

Dilansir kantor berita Reuters dan Al Arabiya English, Rabu (29/4/2026), dalam sebuah unggahan di platform media sosial miliknya, Truth Social pada hari Selasa (28/4) waktu setempat, Trump mengatakan: "Iran baru saja memberi tahu kami bahwa mereka berada dalam 'Keadaan Kolaps'. Mereka ingin kami 'Membuka Selat Hormuz' sesegera mungkin, karena mereka mencoba mencari solusi untuk situasi kepemimpinan mereka (yang saya yakini akan dapat mereka lakukan!). Terima kasih atas perhatian Anda terhadap masalah ini!".

Tidak jelas bagaimana Iran menyampaikan pesan tersebut.

Hal ini disampaikan Trump seiring upaya untuk mengakhiri konflik tampaknya menemui jalan buntu, dengan presiden AS itu tidak senang dengan proposal terbaru dari Teheran.

Proposal terbaru Iran untuk menyelesaikan perang tersebut akan menunda pembahasan program nuklirnya hingga konflik berakhir dan perselisihan mengenai pengiriman barang dari Teluk diselesaikan.

Sementara Trump ingin masalah nuklir ditangani sejak awal, kata seorang pejabat AS yang diberi pengarahan tentang pertemuan Trump dengan para penasihatnya pada hari Senin (27/4) waktu setempat.

Kesepakatan nuklir Iran sebelumnya dengan Amerika Serikat dan negara-negara lain pada tahun 2015 secara tajam membatasi program nuklirnya, yang selama ini dipertahankan untuk tujuan damai dan sipil. Namun, kesepakatan itu berakhir setelah Trump secara sepihak menarik diri pada masa jabatan pertamanya.

Sebelumnya, pemerintah Iran menegaskan pihaknya membutuhkan jaminan yang kredibel agar serangan AS dan Israel tidak terulang lagi, sebelum dapat memastikan keamanan di kawasan Teluk yang kaya minyak.

Penegasan itu, seperti dilansir AFP, Selasa (28/4/2026), disampaikan oleh Duta Besar Iran untuk Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), Amir Saeid Iravani, saat berbicara dalam sesi Dewan Keamanan PBB yang digagas oleh Bahrain.

Dalam pertemuan di markas besar PBB pada Senin (27/4), puluhan negara mengutuk Iran karena mengambil alih kendali atas Selat Hormuz yang sangat penting.

Namun, Iravani menekankan bahwa stabilitas di kawasan hanya dapat dicapai jika agresi dihentikan, dilengkapi "jaminan yang kredibel" untuk tidak ada lagi serangan di masa mendatang.

"Stabilitas dan keamanan yang langgeng di Teluk Persia dan kawasan yang lebih luas hanya dapat dicapai melalui penghentian agresi yang berkelanjutan dan permanen terhadap Iran yang dilengkapi dengan jaminan yang kredibel untuk tidak terulangnya serangan dan penghormatan penuh terhadap hak dan kepentingan kedaulatan Iran yang sah," tegas Iravani di hadapan Dewan Keamanan PBB.

Simak juga Video 'Iran Anggap Perang dengan AS-Israel Belum Berakhir':

Halaman 2 dari 2
(ita/ita)


Berita Terkait