Iran Bilang AS Tak Bisa Lagi Mendikte Negara Lain

Iran Bilang AS Tak Bisa Lagi Mendikte Negara Lain

Rita Uli Hutapea - detikNews
Selasa, 28 Apr 2026 15:43 WIB
Ilustrasi bendera Iran dan AS (Foto: Reuters)
Ilustrasi bendera Iran dan AS (Foto: Reuters)
Jakarta -

Iran mengatakan bahwa Amerika Serikat tidak bisa lagi "mendikte" apa yang dilakukan negara-negara lain. Hal ini disampaikan seiring Washington tengah mempertimbangkan proposal baru dari Teheran tentang pembukaan blokade Selat Hormuz.

Iran secara efektif telah menutup Selat Hormuz sejak awal perang dengan Amerika Serikat dan Israel. Langkah Iran ini mengirimkan gelombang kejutan ke pasar energi global dan menempatkan selat strategis tersebut di pusat negosiasi untuk mengakhiri konflik. Selat Hormuz merupakan jalur vital untuk pengiriman minyak dan gas global

"Amerika Serikat tidak lagi berhak mendikte kebijakannya kepada negara-negara merdeka," kata juru bicara Kementerian Pertahanan Iran, Reza Talaei-Nik, menurut televisi pemerintah Iran, dilansir kantor berita AFP, Selasa (28/4/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dia menambahkan bahwa Washington harus "menerima bahwa mereka harus meninggalkan tuntutan-tuntutan ilegal dan irasionalnya".

Meskipun gencatan senjata telah menghentikan pertempuran antara Iran, AS, dan Israel, tapi pembicaraan untuk mengakhiri konflik secara permanen belum membuahkan hasil.

Proposal baru Iran yang sedang dipertimbangkan di Washington dilaporkan akan membuka kembali Selat Hormuz, sementara negosiasi yang lebih luas tentang perang terus berlanjut.

Pemerintah Iran telah menegaskan pihaknya membutuhkan jaminan yang kredibel terhadap serangan lainnya dari AS dan Israel, sebelum dapat memastikan keamanan di kawasan Teluk yang kaya minyak.

Penegasan itu, seperti dilansir AFP, Selasa (28/4/2026), disampaikan oleh Duta Besar Iran untuk Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), Amir Saeid Iravani, saat berbicara dalam sesi Dewan Keamanan PBB yang digagas oleh Bahrain.

Dalam pertemuan di markas besar PBB pada Senin (27/4) waktu setempat itu, puluhan negara mengutuk Iran karena mengambil alih kendali atas Selat Hormuz.

Namun, Iravani menekankan bahwa stabilitas di kawasan hanya dapat dicapai jika agresi dihentikan, dilengkapi "jaminan yang kredibel" untuk tidak ada lagi serangan di masa mendatang.

"Stabilitas dan keamanan yang langgeng di Teluk Persia dan kawasan yang lebih luas hanya dapat dicapai melalui penghentian agresi yang berkelanjutan dan permanen terhadap Iran yang dilengkapi dengan jaminan yang kredibel untuk tidak terulangnya serangan dan penghormatan penuh terhadap hak dan kepentingan kedaulatan Iran yang sah," tegas Iravani di hadapan Dewan Keamanan PBB.

Berbicara kepada wartawan setelah sesi Dewan Keamanan PBB itu, Iravani mengeluhkan negara-negara hanya mengkritik Iran, tanpa mengecam blokade laut yang diberlakukan AS terhadap pelabuhan-pelabuhan Teheran.

"Amerika Serikat bertindak seperti bajak laut dan teroris, menargetkan kapal-kapal komersial melalui paksaan dan intimidasi, meneror awak kapal, secara ilegal menyita kapal, dan menyandera anggota awak kapal," cetusnya.

Lihat juga Video 'AS-Iran Ketemu Lagi di Pakistan, Trump Utus Menantunya':

Halaman 2 dari 2
(ita/ita)


Berita Terkait