Kedutaan Besar Amerika Serikat (AS) di Baghdad memperbarui peringatan perjalanan (travel warning) ke Irak. Kedutaan Besar Washington menyerukan warga negara AS yang saat ini berada di Irak untuk segera meninggalkan negara tersebut.
"Jangan bepergian ke Irak dengan alasan apa pun. Segera tinggalkan negara itu, jika Anda berada di sana," demikian bunyi peringatan keamanan yang dirilis Kedutaan Besar AS di Irak, seperti dilansir Anadolu Agency, Selasa (21/4/2026).
Selain berita tersebut, berikut ini berita-berita internasional yang menarik perhatian pembaca detikcom, hari ini, Selasa (21/4/2026):
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
- Iran Eksekusi Mati Pria yang Bakar Masjid Saat Aksi Demo
Otoritas Iran mengeksekusi mati seorang pria yang dinyatakan bersalah telah membantu pembakaran sebuah masjid besar di ibu kota Iran, Teheran. Pria itu juga dituduh berkolaborasi dengan Israel dan Amerika Serikat (AS) selama unjuk rasa yang berlangsung sebelum perang berkecamuk.
Laporan situs web Mizan Online yang dikelola otoritas kehakiman Iran, seperti dilansir AFP, Selasa (21/4/2026), menyebut pria yang dieksekusi mati melalui hukuman gantung itu, memimpin jaringan badan intelijen Israel, Mossad, di salah satu area di Iran.
"Amir Ali Mirjafari... salah satu elemen bersenjata yang berkolaborasi dengan musuh yang mencoba untuk membakar Masjid Agung Gholhak dan merupakan pemimpin aktivitas antikeamanan jaringan Mossad di area tersebut, telah dihukum gantung pada pagi ini," demikian dilaporkan Mizan Online pada Selasa (21/4).
- 6 Orang Luka Usai Gempa M 7,7 di Jepang, Tak Ada Kerusakan Besar
Setidaknya enam orang dilaporkan terluka pada hari Selasa (21/4), sehari setelah gempa dahsyat mengguncang Jepang utara. Tampaknya tidak ada kerusakan besar akibat gempa yang juga memicu gelombang tsunami hingga 80 cm tersebut.
Namun, Badan Meteorologi Jepang (JMA) juga memperingatkan peningkatan risiko gempa super besar, yakni gempa dengan Magnitudo (M) 8,0 atau lebih kuat. Peringatan ini disampaikan beberapa jam setelah gempa M 7,7 pada hari Senin (20/4) di perairan Pasifik di lepas pantai prefektur Iwate, Jepang utara.
Guncangan itu begitu kuat sehingga mengguncang gedung-gedung besar di ibu kota Jepang, Tokyo, ratusan kilometer dari pusat gempa.
- Menteri Tenaga Kerja AS Mundur karena Rentetan Skandal
Menteri Tenaga Kerja (Menaker) Amerika Serikat (AS) Lori Chavez-DeRemer mengumumkan pengunduran diri dari jabatannya, setelah terseret serangkaian skandal, termasuk aduan soal perlakuan kurang pantas terhadap staf-staf perempuan muda.
Mundurnya Chavez-DeRemer dari pemerintahan Presiden AS Donald Trump, seperti dilansir AFP, Selasa (21/4/2026), mengakhiri spekulasi yang berkembang selama beberapa pekan terakhir soal nasib jabatannya.
Pengunduran diri ini diumumkan menyusul pemecatan Menteri Keamanan Dalam Negeri AS Kristi Noem dan Jaksa Agung AS Pam Bondi, yang menandai satu per satu keluarnya sejumlah pejabat tinggi wanita dalam kabinet Trump dalam beberapa pekan terakhir.
- Iran Tak Percayai Negosiasi dengan AS, Akan Respons Keras Ancaman!
Komandan Angkatan Udara Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) mengatakan bahwa negara tersebut tidak mempercayai negosiasi dengan Amerika Serikat yang bertujuan untuk mengakhiri serangan AS-Israel.
Brigadir Jenderal Seyyed Majid Mousavi menyampaikan pernyataan tersebut di tengah ancaman-ancaman AS terhadap Iran, meskipun ada upaya mediasi Pakistan untuk putaran kedua pembicaraan Teheran-Washington, sebelum berakhirnya gencatan senjata minggu ini.
"Seperti yang dikatakan Pemimpin kami (Revolusi Islam Ayatollah Seyyed Mojtaba Khamenei), kami tidak mempercayai negosiasi dengan Anda, tetapi kami percaya pada kekuatan Tuhan, rakyat, dan para pejuang," kata Komandan IRGC tersebut, dilansir media Iran, Press TV, Selasa (21/4/2026).
- AS Serukan Warganya Segera Tinggalkan Irak!
Kedutaan Besar Amerika Serikat (AS) di Baghdad memperbarui peringatan perjalanan (travel warning) ke Irak. Kedutaan Besar Washington menyerukan warga negara AS yang saat ini berada di Irak untuk segera meninggalkan negara tersebut.
"Jangan bepergian ke Irak dengan alasan apa pun. Segera tinggalkan negara itu, jika Anda berada di sana," demikian bunyi peringatan keamanan yang dirilis Kedutaan Besar AS di Irak, seperti dilansir Anadolu Agency, Selasa (21/4/2026).
Kedutaan Besar AS memperingatkan bahwa kelompok milisi Irak, yang bersekutu dengan Iran, terus merencanakan serangan-serangan lebih lanjut yang menargetkan warga negara AS dan kepentingan terkait Amerika di berbagai wilayah Irak, termasuk di wilayah utara negara tersebut.
Baca juga: AS Serukan Warganya Segera Tinggalkan Irak! |











































