Sejumlah pihak mengkhawatirkan dampak buruk akibat gagalnya perundingan antara Amerika Serikat dengan Iran yang dihelat di Pakistan akhir pekan lalu. Munculnya kekhawatiran ini bukan tanpa alasan. Usai tidak muncul kesepakatan antara keduanya, Wakil Presiden AS JD Vance menyebut jika akan muncul dampak buruk yang terjadi.
Sebelumnya, Vince dalam konferensi pers di Islamabad mengatakan jika perundingan yang berlangsung selama 21 jam tersebut tidak menemui kesepakatan. Setelah itu, dia menyebut jika hasil negatif ini akan menjadi kabar buruk bagi Iran.
"Kabar buruknya adalah kami belum mencapai kesepakatan. Dan saya pikir itu kabar buruk bagi Iran jauh lebih besar daripada kabar buruk bagi Amerika Serikat. Jadi kita kembali ke Amerika Serikat tanpa mencapai kesepakatan," kata Vance dalam konferensi pers tersebut.
Usai gagalnya kesepakatan damai ini, pihak Amerika Serikat akan memblokade Selat Hormuz, titik krusial yang menjadi bagian dari poin kesepakatan, dalam waktu dekat. Hal ini diutarakan langsung oleh Presiden AS Donald Trump melalui akun sosial medianya.
"Mulai sekarang, Angkatan Laut Amerika Serikat, yang terbaik di dunia, akan memulai proses blokade semua kapal yang mencoba masuk atau keluar dari Selat Hormuz," kata Trump melalui Truth Social, dikutip dari CNBC, Senin (13/4/2026).
Lalu sejauh mana eskalasi perang ini akan menciptakan percikan baru yang mengancam perdamaian internasional? Simak diskusinya bersama Guru Besar Hukum Internasional Universitas Indonesia, Hikmahanto Juwana dalam detikSore!
Membahas berita dalam negeri, detikSore akan mengulas lebih dalam di balik kondisi hipotermia yang dialami oleh balita berusia 1.5 tahun di Jawa Tengah. Seperti ditulis detikJateng sebelumnya, balita tersebut diajak mendaki Gunung Ungaran, Jawa Tengah pada akhir pekan lalu. Bagaimana kronologinya? Simak laporan langsung Jurnalis detikJateng selengkapnya.
detikSore akan kedatangan musisi ternama, Pamungkas. Saat ini dirinya memasuki fase baru dalam perjalanan hidup dan bermusiknya. Pada periode ini, ia menggambarkan dirinya berada di titik paling tenang yang pernah ia rasakan, suatu ketenangan yang tak lagi didorong oleh ambisi, melainkan dari pilihan sadar untuk menjalani hidup dengan ritme yang lebih lambat.
Fase ini ia gubah dalam album keenamnya. "Berapa Kali Kita Akan Saling Memaafkan", menjadi single menjadi representasi awal dari arah musikal dan emosionalnya. Seperti apa penampilan Pamungkas membawakan rilisan terbarunya? Mengapa dia begitu emosional di lagu tersebut? Saksikan Pamungkas dalam Sunsetalk.
Ikuti terus ulasan mendalam berita-berita hangat detikcom dalam sehari yang disiarkan secara langsung langsung (live streaming) pada Senin-Jumat, pukul 15.30-18.00 WIB, di 20.detik.com dan TikTok detikcom. Sampaikan komentar Anda melalui kolom live chat yang tersedia.
"Detik Sore, Nggak Cuma Hore-hore!"
(vys/gub)