5 Berita Terpopuler Internasional Hari Ini

5 Berita Terpopuler Internasional Hari Ini

Tim detikcom - detikNews
Kamis, 09 Apr 2026 18:29 WIB
Ilustrasi Selat Hormuz (Foto: REUTERS/Stringer)
Ilustrasi Selat Hormuz (Foto: REUTERS/Stringer)
Jakarta -

Otoritas Iran dilaporkan telah menutup kembali Selat Hormuz pada hari Rabu (8/4) waktu setempat, menyusul serangan militer Israel di Lebanon terhadap kelompok militan Hizbullah yang didukung Iran. Penutupan itu dilaporkan media pemerintah Iran, Fars.

Dua kapal tanker berhasil melewati selat tersebut, yang dilalui sekitar 20 persen pasokan minyak dunia, menurut MarineTraffic, sebuah layanan pelacakan kapal.

Selain berita tersebut, berikut ini berita-berita internasional yang menarik perhatian pembaca detikcom, hari ini, Kamis (9/4/2026):

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

- Trump Kesal pada NATO, Greenland Disebut-sebut Lagi

Presiden Amerika Serikat Donald Trump kembali melontarkan kekesalannya terhadap NATO setelah pertemuan tertutup dengan kepala aliansi tersebut, Mark Rutte.

Kemarahan Trump terhadap negara-negara anggota NATO karena menolak bergabung dalam perangnya melawan Iran, telah memicu kekhawatiran bahwa ia akan berusaha menarik Amerika Serikat keluar dari aliansi pertahanan yang telah berusia hampir delapan dekade tersebut.

Namun, dalam pernyataan pertamanya setelah pertemuan dengan Rutte, ia hanya mengulangi kekesalannya.

- Warga AS Ingin Trump Dimakzulkan karena Perang Iran

Sebagian besar warga Amerika Serikat menginginkan Kongres memakzulkan Presiden AS Donald Trump atas perangnya terhadap Iran dan sejumlah kebijakan kontroversial lainnya. Demikian menurut jajak pendapat baru, lebih dari 40 hari setelah koalisi militer AS-Israel melancarkan perang terhadap Republik Islam itu.

Newsweek melaporkan bahwa dalam survei yang diterbitkan pada hari Rabu (8/4) waktu setempat, 52 persen pemilih terdaftar mendukung pemakzulan Trump, dibandingkan dengan 40 persen yang menentangnya.

Dilansir Press TV, Kamis (9/4/2026), sebanyak 790 orang berpartisipasi dalam survei ini, yang diprakarsai oleh dua kelompok yang menentang perang Trump terhadap Iran dan kebijakan lainnya: organisasi advokasi progresif Impeach Trump Again dan Free Speech for People.

- Panas! Hizbullah Tembakkan Rentetan Roket ke Israel

Panas! Kelompok militan yang didukung Iran, Hizbullah telah menembakkan roket-roket ke arah Israel pada hari Kamis (9/4) sebagai respons atas "pelanggaran" gencatan senjata Amerika Serikat-Iran.

Hal ini terjadi sehari setelah kelompok militan di Lebanon tersebut mengatakan bahwa mereka memiliki "hak" untuk menanggapi gelombang serangan mematikan Israel di seluruh Lebanon.

"Sebagai respons atas pelanggaran perjanjian gencatan senjata oleh musuh, Hizbullah menargetkan kibbutz Israel di Manara dekat perbatasan dengan Lebanon dengan rentetan roket, pada Kamis pagi," kata Hizbullah dalam sebuah pernyataan, dilansir kantor berita AFP, Kamis (9/4/2026).

- Trump Bahas Kemungkinan AS Keluar dari NATO

Presiden Amerika Serikat Donald Trump dilaporkan telah membahas kemungkinan keluarnya AS dari NATO, aliansi transatlantik yang telah menjadi pilar utama keamanan Barat selama beberapa dekade.

Pada konferensi pers hari Rabu (8/4) waktu setempat, Sekretaris Pers Gedung Putih Karoline Leavitt menyebut perang AS dan Israel terhadap Iran sebagai "ujian" yang telah gagal dilewati aliansi tersebut.

Meskipun ada tekanan dari Trump, negara-negara anggota NATO menolak untuk menyumbangkan pasukan militer ke dalam perang tersebut, di luar manuver pertahanan.

- Iran Tutup Lagi Selat Hormuz Usai Serangan Israel ke Lebanon

Otoritas Iran dilaporkan telah menutup kembali Selat Hormuz pada hari Rabu (8/4) waktu setempat, menyusul serangan militer Israel di Lebanon terhadap kelompok militan Hizbullah yang didukung Iran. Penutupan itu dilaporkan media pemerintah Iran, Fars.

Dua kapal tanker berhasil melewati selat tersebut, yang dilalui sekitar 20 persen pasokan minyak dunia, menurut MarineTraffic, sebuah layanan pelacakan kapal.

Kapal milik Yunani, NJ Earth, dan kapal berbendera Liberia, Daytona Beach, berhasil melewati selat tersebut, kapal pertama yang melintasi jalur air strategis tersebut sejak gencatan senjata sementara antara Amerika Serikat dan Iran diumumkan.

Lihat juga Video: Terpopuler Sepekan: Harga BBM Gak Naik-Prajurit TNI Gugur di Lebanon

Halaman 3 dari 2
(ita/ita)


Berita Terkait