Trump Kesal pada NATO, Greenland Disebut-sebut Lagi

Trump Kesal pada NATO, Greenland Disebut-sebut Lagi

Rita Uli Hutapea - detikNews
Kamis, 09 Apr 2026 11:38 WIB
Presiden Amerika Serikat Donald Trump (Foto: Reuters)
Presiden Amerika Serikat Donald Trump (Foto: Reuters)
Jakarta -

Presiden Amerika Serikat Donald Trump kembali melontarkan kekesalannya terhadap NATO setelah pertemuan tertutup dengan kepala aliansi tersebut, Mark Rutte.

Kemarahan Trump terhadap negara-negara anggota NATO karena menolak bergabung dalam perangnya melawan Iran, telah memicu kekhawatiran bahwa ia akan berusaha menarik Amerika Serikat keluar dari aliansi pertahanan yang telah berusia hampir delapan dekade tersebut.

Namun, dalam pernyataan pertamanya setelah pertemuan dengan Rutte, ia hanya mengulangi kekesalannya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"NATO TIDAK ADA SAAT KITA MEMBUTUHKAN MEREKA, DAN MEREKA TIDAK AKAN ADA JIKA KITA MEMBUTUHKAN MEREKA LAGI," tulisnya di platform Truth Social miliknya, dilansir kantor berita AFP, Kamis (9/4/2026).

"INGAT GREENLAND, PULAU ES BESAR YANG DIKELOLA DENGAN BURUK ITU!!!" tambahnya, tanpa penjelasan lebih lanjut.

Sebelum Trump melancarkan perangnya terhadap Iran, ancamannya untuk merebut Greenland dari anggota NATO, Denmark, merupakan isu utama yang mengguncang aliansi tersebut.

Rutte -- mantan perdana menteri Belanda yang dijuluki "pembisik Trump" karena keahliannya dalam menyanjung pemimpin AS yang mudah berubah-ubah itu -- memasuki Sayap Barat, Gedung Putih melalui pintu samping dan pertemuan mereka diadakan secara tertutup.

"Itu adalah diskusi yang sangat jujur dan terbuka," kata Rutte kemudian kepada CNN dalam sebuah wawancara televisi.

Ditanya beberapa kali apakah Trump telah mengatakan akan meninggalkan aliansi tersebut, Rutte tidak menjawab secara langsung.

Sebelumnya, Sekretaris Pers Gedung Putih Karoline Leavitt mengatakan kepada wartawan menjelang pertemuan itu, bahwa kemungkinan keluar dari NATO adalah "sesuatu yang telah dibahas presiden, dan saya pikir itu adalah sesuatu yang akan dibahas presiden dalam beberapa jam lagi dengan Sekretaris Jenderal Rutte."

Trump sebelumnya juga telah menyebut NATO sebagai "macan kertas" karena menolak memimpin upaya untuk membuka Selat Hormuz, dan karena membatasi pasukan AS untuk menggunakan pangkalan di wilayah mereka.

Trump bahkan telah menyerang beberapa pemimpin negara NATO secara personal, mencela Perdana Menteri Inggris Keir Starmer sebagai "bukan Winston Churchill" dan mengejek kapal induk Inggris sebagai "mainan."

Tonton juga video "Pengamat: Trump Tahu Perang Ini Tak Berjalan Baik untuk Kepentingannya"

Halaman 2 dari 2
(ita/ita)


Berita Terkait