Sebagian besar warga Amerika Serikat menginginkan Kongres memakzulkan Presiden AS Donald Trump atas perangnya terhadap Iran dan sejumlah kebijakan kontroversial lainnya. Demikian menurut jajak pendapat baru, lebih dari 40 hari setelah koalisi militer AS-Israel melancarkan perang terhadap Republik Islam itu.
Newsweek melaporkan bahwa dalam survei yang diterbitkan pada hari Rabu (8/4) waktu setempat, 52 persen pemilih terdaftar mendukung pemakzulan Trump, dibandingkan dengan 40 persen yang menentangnya.
Dilansir Press TV, Kamis (9/4/2026), sebanyak 790 orang berpartisipasi dalam survei ini, yang diprakarsai oleh dua kelompok yang menentang perang Trump terhadap Iran dan kebijakan lainnya: organisasi advokasi progresif Impeach Trump Again dan Free Speech for People.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Baca juga: Trump Bahas Kemungkinan AS Keluar dari NATO |
Temuan tersebut juga menunjukkan bahwa satu dari tujuh Republikan mendukung proses pemakzulan Trump.
Menurut laporan Newsweek tersebut, jajak pendapat ini dilakukan oleh John Bonifaz, presiden dan salah satu pendiri Free Speech for People, untuk perusahaan jajak pendapat progresif veteran Celinda Lake. Jajak pendapat ini memiliki margin kesalahan 3,9 persen.
"Ini adalah hasil yang belum pernah terjadi sebelumnya di awal masa jabatan presiden," kata Bonifaz dalam konferensi pers.
Para pemilih telah berbalik menentang Trump jauh lebih awal daripada ketika mereka menentang mantan Presiden Richard Nixon -- satu-satunya presiden dua periode AS lainnya yang mendapat dukungan mayoritas untuk pemakzulan.
Sebelumnya, Dewan Perwakilan Rakyat telah memakzulkan Trump dua kali selama masa jabatan pertamanya, tetapi Senat menolak pemakzulan tersebut kedua kalinya.
Trump saat ini juga tengah menghadapi upaya pemakzulan terbaru dari sejumlah petinggi Kongres terutama dari fraksi Demokrat menyusul ancaman sekaligus perangnya terhadap Iran sejak 28 Februari lalu.
Salah satu anggota Kongres yang menyerukan pemakzulan Trump ialah Alexandria Ocasio Cortez. Politikus Demokrat itu kembali menyerukan pemakzulan Presiden Donald Trump, dengan menegaskan bahwa pengumuman gencatan senjata sementara "tidak mengubah apa pun".
Presiden telah mengancam genosida terhadap rakyat Iran, dan terus menggunakan ancaman tersebut sebagai tekanan," ujar politisi Partai Demokrat itu dalam unggahan di platform X.
"Kita tidak bisa lagi mempertaruhkan dunia maupun kesejahteraan negara kita," lanjutnya seperti dikutip Al Jazeera, Rabu (8/4).
"Baik melalui kabinet maupun Kongres, Presiden harus dicopot dari jabatannya. Kita sedang bermain di ambang kehancuran," cetus Cortez.
Sebelumnya, puluhan legislator Demokrat juga telah menyerukan agar Trump diberhentikan dari jabatannya terkait ancamannya terhadap Iran. Sebagian dari mereka kini menegaskan bahwa sikap tersebut tidak berubah meskipun ada pengumuman gencatan senjata.
Tonton juga video "Pakar: Trump Tak Punya Rencana Militer yang Baik Lawan Iran"











































