Presiden Amerika Serikat Donald Trump dilaporkan telah membahas kemungkinan keluarnya AS dari NATO, aliansi transatlantik yang telah menjadi pilar utama keamanan Barat selama beberapa dekade.
Pada konferensi pers hari Rabu (8/4) waktu setempat, Sekretaris Pers Gedung Putih Karoline Leavitt menyebut perang AS dan Israel terhadap Iran sebagai "ujian" yang telah gagal dilewati aliansi tersebut.
Meskipun ada tekanan dari Trump, negara-negara anggota NATO menolak untuk menyumbangkan pasukan militer ke dalam perang tersebut, di luar manuver pertahanan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Komentar Leavitt itu muncul sesaat sebelum Trump bertemu dengan Sekretaris Jenderal NATO Mark Rutte di Gedung Putih.
"Saya memiliki kutipan langsung dari presiden Amerika Serikat tentang NATO, dan saya akan membagikannya kepada Anda semua. Mereka telah diuji, dan mereka gagal," kata Leavitt, dilansir Reuters, Kamis (9/4/2026).
"Saya ingin menambahkan, sangat menyedihkan bahwa NATO telah memunggungi rakyat Amerika selama enam minggu terakhir, padahal rakyat Amerikalah yang telah mendanai pertahanan mereka," ujarnya.
Trump, lanjutnya, sedang bersiap untuk mengadakan "percakapan yang sangat jujur dan terbuka" dengan Rutte.
Dalam sebuah wawancara dengan media berita CNN setelah pertemuan dengan Trump, Rutte juga menggambarkan pertemuan itu sebagai "jujur dan terbuka". Ia menegaskan kembali dukungannya untuk Trump, tetapi menambahkan bahwa NATO telah menawarkan dukungan melalui logistik dan akses ke pangkalan.
Ditanya beberapa kali apakah Trump telah mengatakan akan meninggalkan aliansi tersebut, Rutte tidak menjawab secara langsung.
"Apakah presiden mengatakan dia akan mencoba menarik diri dari NATO atau, setidaknya, tidak mendukung NATO sebesar presiden-presiden lain?" tanya pembawa acara CNN Jake Tapper kepada Rutte.
"Jelas ada kekecewaan. Tetapi pada saat yang sama dia juga mendengarkan dengan saksama argumen saya tentang apa yang terjadi," jawab Rutte.











































