Iran mencurigai operasi militer Amerika Serikat (AS) untuk menyelamatkan pilot jet tempur F-15E yang jatuh di negara itu, merupakan kedok untuk "mencuri uranium yang diperkaya" dari Teheran.
Sebelumnya, Presiden AS Donald Trump, pada Minggu (5/4), mengatakan bahwa AS telah menyelamatkan dua pilot jet tempur F-15E yang jatuh di wilayah Iran pada Jumat (3/4) pekan lalu. Trump menyebutnya sebagai operasi pencarian dan penyelamatan yang "paling berani dalam sejarah AS".
Militer Iran, dalam pernyataannya, menyebut misi AS itu sebagai "misi penipuan dan pelarian" dan bersikeras menyatakan bahwa operasi tersebut telah "sepenuhnya digagalkan".
Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmaeil Baghaei, seperti dilansir AFP, Selasa (7/4/2026), mengatakan bahwa ada "banyak pertanyaan dan ketidakpastian" tentang operasi militer AS di wilayah Iran tersebut.
"Area di mana pilot Amerika diklaim berada di Kohgiluyeh dan Provinsi Boyer-Ahmad, letaknya sangat jauh dari area yang menjadi tempat mereka mencoba untuk mendarat atau ingin mendaratkan pasukan mereka di wilayah Iran bagian tengah," kata Baghaei dalam pernyataan pada Senin (6/4).
"Kemungkinan bahwa ini adalah operasi tipu muslihat untuk mencuri uranium yang diperkaya sama sekali tidak boleh diabaikan," tegasnya.
Baghaei menambahkan bahwa operasi militer tersebut merupakan "bencana" bagi AS.
(nvc/ita)