5 Fakta Penyelamatan Pilot F-15 di Iran hingga Navy SEAL Diterjunkan

5 Fakta Penyelamatan Pilot F-15 di Iran hingga Navy SEAL Diterjunkan

Tim detikcom - detikNews
Selasa, 07 Apr 2026 06:33 WIB
Operasi penyelamatan awak pesawat F-15 yang jatuh di Iran  Dari puluhan pesawat tempur hingga anggota CIA
Foto: Operasi penyelamatan awak pesawat F-15 yang jatuh di Iran. (BBC World)
Jakarta -

Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menyebut pasukannya berhasil menyelamatkan pilot jet tempur AS yang hilang usai ditembak Iran. AS bahkan mengerahkan pesawat tempur hingga pasukan komando AS Navy Seal dalam operasi penyelamatan pilot tersebut.

Dirangkum detikcom dari AFP, Al Arabiya, dan BBC, Selasa (7/4/2026), angkatan bersenjata Iran sebelumnya menembak jatuh setidaknya dua jet tempur dan tiga drone serta dua rudal jelajah pada hari Jumat (3/4). Iran menyebutnya sebagai "hari kelam" bagi angkatan udara Amerika Serikat dan Israel.

Pada Minggu (5/4/2026), Donald Trump mengklaim pihaknya berhasil menyelamatkan anggota militer Amerika Serikat (AS) yang hilang sejak Iran menembak jatuh jet tempur. AS telah mengerahkan puluhan pesawat untuk melakukan operasi penyelamatan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Trump mengatakan, bahwa militer AS telah "melakukan salah satu Operasi Pencarian dan Penyelamatan paling berani dalam sejarah AS, untuk salah satu perwira awak pesawat kita yang luar biasa, yang juga merupakan seorang Kolonel yang sangat dihormati, dan yang dengan senang hati saya beritahukan kepada Anda bahwa sekarang dia SELAMAT dan SEHAT!"

Namun, pihak Iran menyebut operasi penyelamatan tersebut gagal, militer Iran mengklaim berhasil menembak jatuh 2 pesawat dan helikopter AS dalam operasi penyelamatan tersebut.


1. Kerahkan Pesawat Tempur-CIA dalam Operasi Penyelamatan

Puluhan anggota pasukan khusus, pesawat tempur, helikopter AS, hingga anggota CIA dikerahkan dalam operasi penyelamatan tersebut, demikian dilaporkan media AS.

Pada Minggu (05/04), Presiden AS Donald Trump mengatakan di media sosial: "Kami telah menyelamatkan awak F15 yang mengalami luka serius dan sangat berani, di dalam pegunungan Iran."

Presiden Trump mengatakan dalam unggahan di Truth Social, bahwa militer AS "mengirim puluhan pesawat, dipersenjatai dengan senjata paling mematikan di dunia, untuk menjemputnya".

Ketika pasukan khusus AS bergerak menuju awak yang terdampar, bom dan tembakan senjata digunakan untuk menjauhkan pasukan Iran dari lokasinya, demikian laporan AS.


2. AS Kerahkan Navy Seal

Laporan media terkemuka AS, New York Times (NYT), yang mengutip seorang pejabat Washington yang tidak disebut namanya, seperti dilansir AFP dan Al Arabiya, Senin (6/4/2026), menyebutkan bahwa Komando Navy SEAL Team 6 ditugaskan untuk mengevakuasi pilot tersebut.


3. Pilot Terluka

Pilot AS tersebut, yang merupakan seorang perwira sistem senjata, mengalami luka-luka setelah melontarkan diri dari jet tempur, tetapi masuk bisa berjalan. Menurut laporan media Axios yang mengutip seorang pejabat AS, penerbang AS itu menghindari penangkapan di area pegunungan Iran selama lebih dari sehari.

Penerbang yang tidak disebut namanya itu, menurut laporan NYT, dilengkapi dengan pistol, suar, dan perangkat komunikasi aman untuk berkoordinasi dengan tim penyelamat.

Pasukan komando AS yang mendekati penerbang itu, menurut NYT dalam laporannya, melepaskan tembakan untuk menjauhkan pasukan militer Iran dari lokasi penyelamatan.


4. Iran Klaim Tembak 2 Pesawat AS Lagi, Sebut Operasi SAR Gagal

Media AS juga melaporkan bahwa dua pesawat angkut untuk menerbangkan regu penyelamat tidak dapat lepas landas dari sebuah pangkalan terpencil di wilayah Iran. Dua pesawat itu lalu dihancurkan agar tidak jatuh ke tangan musuh. Pasukan khusus kemudian terbang menggunakan tiga pesawat tambahan untuk menjemput kru tersebut, tambah laporan itu.

Rekaman dan foto yang dikonfirmasi oleh BBC Verify menunjukkan bangkai pesawat yang masih berasap di daerah pegunungan Iran bagian tengah, sekitar 50 km sebelah tenggara kota Isfahan.

Sementara itu, pihak militer Iran mengatakan dua pesawat angkut militer AS C130 dan dua helikopter Black Hawk dihancurkan selama operasi tersebut. Iran juga menyebut, "sebuah misi pengelabuan dan pelarian di sebuah bandara yang ditinggalkan di selatan Isfahan berhasil digagalkan sepenuhnya".

Media pemerintah Iran mengatakan bahwa pasukan Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) telah menembak jatuh sebuah drone AS di Isfahan pada Minggu (05/04) ketika drone itu sedang mencari awak yang hilang. Namun, BBC belum dapat mengonfirmasi kedua versi peristiwa di dekat Isfahan tersebut.

Juru bicara komando militer utama Iran, Ebrahim Zolfaghari, mengatakan, melalui video, bahwa beberapa pesawat militer AS terpaksa melakukan pendaratan darurat.

"Presiden yang bodoh itu, terjebak dalam rawa perang dan agresi yang ia mulai sendiri sepenuhnya menyadari bahwa setiap agresi, operasi darat, atau infiltrasi akan menghadapi kekalahan yang menentukan dan memalukan," katanya.

Retorika tentang misi "gagal" ini juga diulang oleh para pejabat Iran dan stasiun televisi pemerintah, terutama sejak Donald Trump mengumumkan bahwa pilot tersebut telah diselamatkan.


5. Pilot Diterbangkan ke Kuwait

Sebelum tengah malam waktu AS, operasi penyelamatan selesai dan sang awak diterbangkan ke Kuwait untuk menjalani perawatan medis, kata para pejabat AS.

Trump mengatakan perwira tersebut "mengalami luka serius", tetapi "dia akan baik-baik saja".

Pemerintah AS belum mengungkapkan informasi apa pun tentang lokasi persis awak tersebut saat diselamatkan, atau identitasnya.

Simak juga Video 'Viral Bangkai Pesawat AS di Iran Usai Klaim Trump Selamatkan Pilot':

Halaman 2 dari 2
(yld/yld)


Berita Terkait