Prasangka Iran soal Uranium di Balik Rescue Pilot Amerika

Prasangka Iran soal Uranium di Balik Rescue Pilot Amerika

Haris Fadhil - detikNews
Rabu, 08 Apr 2026 06:43 WIB
Prasangka Iran soal Uranium di Balik Rescue Pilot Amerika
Ilustrasi fasilitas nuklir Iran (Foto: Atomic Energy Organization of Iran via AP, File)
Teheran -

Iran curiga dengan misi penyelamatan pilot jet tempur Amerika Serikat (AS) yang jatuh setelah ditembak di wilayahnya. Iran menuding misi penyelamatan itu dilakukan AS untuk mencuri uranium.

Dirangkum detikcom, Selasa (7/4/2026), Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengklaim pasukannya berhasil menyelamatkan pilot jet tempur AS yang hilang usai ditembak Iran pada Jumat (3/4). Saat itu, Iran menembak jatuh dua jet tempur, tiga drone serta dua rudal jelajah AS.

AS kemudian mengerahkan pesawat dan helikopter dalam operasi penyelamatan pilot dari pesawat tempur yang ditembak jatuh. Iran kemudian mengklaim telah menembak jatuh dua pesawat dan helikopter AS yang dikerahkan dalam operasi penyelamatan itu.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Setelah itu, Trump mengerahkan pasukan komando AS Navy SEAL. Nah, Iran curiga pengerahan pasukan dan perlengkapan militer AS untuk menyelamatkan pilot cuma kedok untuk mencuri uranium.

ADVERTISEMENT

Militer Iran, dalam pernyataannya, menyebut misi AS itu sebagai 'misi penipuan dan pelarian' dan bersikeras menyatakan bahwa operasi tersebut telah 'sepenuhnya digagalkan'.

Dilansir AFP, Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmaeil Baghaei, mengatakan bahwa ada 'banyak pertanyaan dan ketidakpastian' tentang operasi militer AS di wilayah Iran tersebut.

"Area di mana pilot Amerika diklaim berada di Kohgiluyeh dan Provinsi Boyer-Ahmad, letaknya sangat jauh dari area yang menjadi tempat mereka mencoba untuk mendarat atau ingin mendaratkan pasukan mereka di wilayah Iran bagian tengah," kata Baghaei dalam pernyataan pada Senin (6/4).

Dia mengatakan kemungkinan AS ingin mencuri uranium tak boleh diabaikan. Baghaei juga menambahkan bahwa operasi militer tersebut merupakan "bencana" bagi AS.

"Kemungkinan bahwa ini adalah operasi tipu muslihat untuk mencuri uranium yang diperkaya sama sekali tidak boleh diabaikan," tegasnya.

Militer Iran mengatakan bahwa beberapa pesawat militer AS harus 'melakukan pendaratan darurat' di Provinsi Isfahan bagian selatan setelah terkena tembakan selama misi penyelamatan tersebut. Iran menyebut AS 'terpaksa membombardir pesawat yang jatuh' sebagai imbasnya.

Baghaei menyebut dua pesawat angkut militer AS jenis C-130 dan dua helikopter Black Hawk telah dihancurkan oleh Iran saat misi penyelamatan berlangsung.

Simak Video 'Rusia dan China Veto Resolusi Dewan Keamanan PBB soal Selat Hormuz':

Halaman 2 dari 2
(haf/haf)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads