5 Berita Terpopuler Internasional Hari Ini

5 Berita Terpopuler Internasional Hari Ini

Tim detikcom - detikNews
Sabtu, 14 Mar 2026 18:34 WIB
Personel Angkatan Udara AS bersiap di dekat pesawat militer KC-135 Stratotanker di pangkalan udara Al Udeid, Qatar (dok. Reuters)
Personel Angkatan Udara AS bersiap di dekat pesawat militer KC-135 Stratotanker di pangkalan udara Al Udeid, Qatar (dok. Reuters)
Jakarta -

Tidak ada korban selamat dalam insiden jatuhnya pesawat militer Amerika Serikat (AS) di wilayah Irak pekan ini. Kelompok Hamas menyerukan Iran, sekutunya, untuk menahan diri dari menargetkan negara-negara tetangganya, saat perang antara Teheran melawan AS dan Israel terus berlanjut.

Semua enam awak yang ada di dalam pesawat militer AS yang jatuh di Irak itu dikonfirmasi tewas. Washington telah membantah bahwa insiden itu disebabkan oleh serangan Iran.

Sementara itu, Hamas merilis pernyataan terbaru yang isinya "menyerukan kepada saudara-saudara di Iran untuk menghindari penargetan negara-negara tetangga". Hamas juga menegaskan hak Iran untuk membela diri terhadap serangan-serangan Washington dan Tel Aviv.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Selain berita tersebut, berikut ini berita-berita internasional yang menarik perhatian pembaca detikcom, hari ini, Sabtu (14/3/2026):

- Tak Ada yang Selamat, 6 Awak Pesawat Militer AS yang Jatuh di Irak Tewas

ADVERTISEMENT

Tidak ada korban selamat dalam insiden jatuhnya pesawat militer Amerika Serikat (AS) di wilayah Irak pekan ini. Semua enam awak yang ada di dalam pesawat militer AS itu dikonfirmasi tewas dalam insiden yang telah dibantah oleh Washington disebabkan oleh serangan Iran.

Pesawat militer AS jenis KC-135, yang merupakan pesawat pengisian bahan bakar di udara ini, jatuh di wilayah Irak bagian barat pada Kamis (12/3) waktu setempat, saat mendukung Operation Epic Fury, operasi militer AS bersama Israel dalam melawan Iran yang berlangsung sejak 28 Februari lalu.

"Seluruh enam awak pesawat pengisian bahan bakar KC-135 AS yang jatuh di Irak bagian barat kini telah dikonfirmasi meninggal dunia," kata Komando Pusat AS (CENTCOM), yang mengawasi operasi militer AS di Timur Tengah, dalam pernyataan terbarunya, seperti dilansir Anadolu Agency, Sabtu (14/3/2026).

- Pulau Kharg Dibombardir, Iran Ancam Serang Infrastruktur Minyak AS

Angkatan Bersenjata Iran mengancam akan menyerang infrastruktur minyak terkait Amerika Serikat (AS), setelah Presiden Donald Trump mengatakan pasukan Washington telah membombardir Pulau Kharg, yang menangani hampir seluruh ekspor minyak mentah Teheran.

Markas Besar Pusat Al-Anbiya pada militer Iran, seperti dilansir AFP, Sabtu (14/3/2026), mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa infrastruktur minyak dan energi milik perusahaan-perusahaan yang bekerja sama dengan AS akan "segera dihancurkan dan diubah menjadi timbunan abu" jika fasilitas energi Iran diserang.

Pernyataan itu, yang dilaporkan oleh kantor berita Fars dan Tasnim, merupakan "respons terhadap pernyataan" yang disampaikan Trump sebelumnya, soal serangan AS telah "menghancurkan" target-target militer di Pulau Kharg.

- Trump Ingatkan Serangan ke Iran Akan Semakin Keras Pekan Depan

Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menegaskan bahwa pasukan Amerika akan menyerang target-target di Iran "dengan sangat keras". Hal ini mengisyaratkan peningkatan operasi militer AS dan Israel terhadap Iran saat perang memasuki minggu ketiga.

"Kita akan menyerang mereka (Iran-red) dengan sangat keras selama pekan depan," kata Trump dalam wawancara dengan Fox News Radio, seperti dilansir AFP, Sabtu (14/3/2026).

Trump juga menyatakan keyakinannya bahwa kepemimpinan Iran pada akhirnya dapat digulingkan oleh rakyatnya sendiri. Meskipun dia juga menyebut bahwa hal tersebut mungkin tidak akan terjadi segera.

- Hamas Serukan Iran Setop Serang Negara-Negara Teluk

Kelompok Hamas menyerukan Iran, sekutunya, untuk menahan diri dari menargetkan negara-negara tetangganya, saat perang antara Teheran melawan Amerika Serikat (AS) dan Israel terus berlanjut. Hamas juga menegaskan hak Iran untuk membela diri terhadap serangan-serangan Washington dan Tel Aviv.

Seruan tersebut, seperti dilansir AFP, Sabtu (14/3/2026), disampaikan Hamas, yang juga berperang melawan Israel di Jalur Gaza sejak Oktober 2023, dalam pernyataan terbaru yang dirilis Sabtu (14/3) waktu setempat.

"Sembari menegaskan hak Republik Islam Iran untuk merespons agresi ini dengan segala cara yang tersedia sesuai dengan norma dan hukum internasional, kelompok ini menyerukan kepada saudara-saudara di Iran untuk menghindari penargetan negara-negara tetangga," kata Hamas dalam pernyataannya.

- Korut Tembakkan 10 Rudal Balistik dalam Sehari, Ada Apa?

Korea Selatan (Korsel) melaporkan bahwa Korea Utara (Korut), negara tetangganya, telah menembakkan sekitar 10 rudal balistik, yang tak teridentifikasi jenisnya, ke arah Laut Jepang atau Laut Timur pada Sabtu (14/3) waktu setempat.

Pyongyang sejauh ini belum merilis pernyataan resmi terkait peluncuran rudal tersebut. Namun aktivitas peluncuran itu terjadi beberapa hari setelah Korut memperingatkan "konsekuensi mengerikan" untuk latihan militer tahunan Korsel dan Amerika Serikat (AS) yang sedang berlangsung.

Kepala Staf Gabungan Korsel (JCS) dalam pernyataannya, seperti dilansir AFP, Sabtu (14/3/2026), mengatakan bahwa militer Seoul mendeteksi "sekitar 10 rudal balistik tak teridentifikasi yang diluncurkan dari area Sunan di Korea Utara menuju ke Laut Timur sekitar pukul 13.20 waktu setempat".

Tonton juga Video Terpopuler Sepekan: Try Sutrisno Wafat-Pemimpin Tertinggi Iran Tewas

Halaman 2 dari 2
(nvc/nvc)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads