⁠Manuver Trump Calonkan Bos FIFA Infantino Jadi Sekjen PBB

⁠Manuver Trump Calonkan Bos FIFA Infantino Jadi Sekjen PBB

Tim detikcom - detikNews
Kamis, 23 Jul 2026 06:05 WIB
Soccer Football - FIFA World Cup 2026 - Final - Spain v Argentina - New York/New Jersey Stadium, East Rutherford, New Jersey, U.S. - July 19, 2026 U.S. President Donald Trump and FIFA President Gianni Infantino during the trophy presentation after th
Trump dan Presiden FIFA Gianni Infantino saat menghadiri final Piala Dunia 2026 (Foto: REUTERS/Dylan Martinez)
Jakarta -

Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump bermanuver baru, kali ini ia disebut ingin Presiden Federasi Sepak Bola Internasional (FIFA) Gianni Infantino menjadi Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) berikutnya. Terungkap alasan Trump memilih Bos FIFA tersebut karena dinilai memiliki "kemampuan istimewa untuk menyatukan orang-orang".

Dirangkum detikcom, Kamis (23/7/2026), diketahui, baru-baru ini Trump dan Infantino menjadi perbincangan publik usai sanksi pemain AS yang ditunda dalam urusan Piala Dunia 2026. Trump dilaporkan menghubungi Infantino terkait kartu merah yang diterima pemain sepak bola AS Folarin Balogun di laga penyisihan Piala Dunia ketika AS melawan Bosnia. Trump meminta kartu merah itu ditinjau ulang.

Dalam pertandingan penyisihan babak 16 besar sebelumnya, Bolagun diberi kartu merah karena secara tidak sengaja menginjak bek Bosnia, Tarik Muharemovic, dalam kemenangan 2-0 AS di babak 32 besar pada hari Rabu yang lalu. Berdasarkan aturan FIFA, kartu merah langsung secara otomatis memicu larangan satu pertandingan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Larangan itu juga tidak dapat diajukan banding oleh tim pemain. Artinya, seharusnya, Balogun tidak dapat bermain dalam pertandingan babak 16 besar AS melawan Belgia yang akan dimainkan pada hari Senin.

Namun demikian, Trump tidak terima dengan aturan tersebut. Ia menghubungi Infantino lalu meminta untuk meninjau kembali keputusan tersebut, seperti dilaporkan oleh New York Times, mengutip tiga orang anonim yang mengetahui keputusan tersebut.

Pada hari Minggu, FIFA lalu mengambil keputusan yang tidak biasa untuk menangguhkan larangan tersebut selama satu tahun. Asosiasi sepak bola Belgia mengatakan bahwa mereka "terkejut" dengan keputusan FIFA. Atas keputusan FIFA itu, Trump pun senang.

"Terima kasih kepada FIFA karena telah melakukan hal yang benar, dan membalikkan ketidakadilan besar!" tulis Trump di platform Truth Social miliknya.

Manuver Baru Trump

Kini Trump disebut menggadang-gadang Infantino menjadi Sekjen PBB. Keinginan Trump itu, seperti dilansir Anadolu Agency, diungkapkan oleh media AS New York Post dengan mengutip seorang sumber yang dekat dengan Presiden AS tersebut.

Menurut sumber tersebut, Trump meyakini Infantino "dihormati oleh semua orang di seluruh dunia". Trump, menyebut sumber tersebut, juga "mengakui bahwa dia (Infantino-red) memiliki kemampuan istimewa untuk menyatukan orang-orang".

Infantino yang berusia 56 tahun dan menjabat Presiden FIFA sejak tahun 2016, telah menjalin hubungan erat dengan Trump selama pergelaran Piala Dunia tahun ini.

Infantino, yang kelahiran Swiss ini, diketahui berulang kali berupaya mendekati Presiden AS tersebut, termasuk dengan memberikan FIFA Peace Prize, semacam penghargaan perdamaian yang merupakan pertama kalinya dari FIFA, kepada Trump pada Desember tahun lalu.

Belum ada tanggapan langsung dari Gedung Putih terkait laporan tersebut.

Informasi ini mencuat ketika Antonio Guterres, Sekjen PBB saat ini, akan mengakhiri masa jabatannya pada Desember 2026 mendatang, setelah dia menjabat selama dua periode.

Pengganti Guterres nantinya akan menjabat selama lima tahun, mulai 1 Januari 2027. Berdasarkan Pasal 97 Piagam PBB, seorang Sekretaris Jenderal diangkat oleh Majelis Umum atas rekomendasi Dewan Keamanan.

Untuk bisa menempati jabatan tersebut, Infantino pertama-tama harus memperoleh dukungan dari Dewan Keamanan PBB yang beranggotakan 15 negara, di mana salah satu dari lima anggota tetap dapat menggunakan hak veto, sebelum mendapatkan persetujuan dari Majelis Umum PBB.

Trump telah berulang kali mengkritik apa yang dia anggap sebagai kegagalan PBB dalam memainkan peran yang lebih aktif untuk menyelesaikan konflik-konflik global utama.

Tahun lalu, Trump membentuk Dewan Perdamaian (Board of Peace) yang dipimpin oleh AS. Langkah itu memicu spekulasi bahwa Trump sedang menciptakan alternatif bagi PBB saat pemerintahannya mengupayakan perjanjian damai, termasuk antara Israel dan kelompok Hamas yang bermarkas di Jalur Gaza.

Trump telah membantah spekulasi semacam itu.

Sejak kembali ke Gedung Putih tahun lalu, Trump telah memangkas secara drastis pendanaan AS untuk PBB dan menarik Washington keluar dari sejumlah organisasi yang berafiliasi dengan PBB, termasuk Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).

Halaman 2 dari 2
(yld/yld)


Berita Terkait