Korea Selatan (Korsel) melaporkan bahwa Korea Utara (Korut), negara tetangganya, telah menembakkan sekitar 10 rudal balistik, yang tak teridentifikasi jenisnya, ke arah Laut Jepang atau Laut Timur pada Sabtu (14/3) waktu setempat.
Pyongyang sejauh ini belum merilis pernyataan resmi terkait peluncuran rudal tersebut. Namun aktivitas peluncuran itu terjadi beberapa hari setelah Korut memperingatkan "konsekuensi mengerikan" untuk latihan militer tahunan Korsel dan Amerika Serikat (AS) yang sedang berlangsung.
Kepala Staf Gabungan Korsel (JCS) dalam pernyataannya, seperti dilansir AFP, Sabtu (14/3/2026), mengatakan bahwa militer Seoul mendeteksi "sekitar 10 rudal balistik tak teridentifikasi yang diluncurkan dari area Sunan di Korea Utara menuju ke Laut Timur sekitar pukul 13.20 waktu setempat".
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Secara terpisah, Kementerian Pertahanan Jepang juga mengkonfirmasi aktivitas peluncuran rudal Korut.
"Apa yang mungkin merupakan rudal balistik telah diluncurkan dari Korea Utara," demikian pernyataan Kementerian Pertahanan Jepang via media sosial X.
Dalam pernyataan terpisah beberapa menit kemudian, Kementerian Pertahanan Jepang melaporkan bahwa proyektil tersebut "diyakini telah jatuh".
Aktivitas peluncuran rudal itu dilakukan Korut setelah baru-baru ini memupuskan harapan akan pencairan hubungan diplomatik dengan Korsel. Otoritas Pyongyang dalam pernyataannya menyebut upaya perdamaian terbaru dari Seoul sebagai "lelucon yang canggung dan menipu".
Bulan lalu, pemimpin Korut Kim Jong Un mengatakan bahwa negaranya "sama sekali tidak ada urusan dengan Korea Selatan, entitas yang paling bermusuhan, dan akan secara permanen mengecualikan Korea Selatan dari kategori rekan senegara".
Korsel dan AS memulai latihan militer gabungan "Freedom Shield" pada Senin (9/3) waktu setempat, yang melibatkan sekitar 18.000 tentara Korsel dan akan berlangsung hingga 19 Maret mendatang.
Korut yang bersenjata nuklir, telah sejak lama menggambarkan latihan militer semacam itu sebagai latihan untuk invasi terhadap wilayahnya.
Awal pekan ini, Kim Yo Jong, adik perempuan dan orang kepercayaan Kim Jong Un, menyebut latihan gabungan AS-Korsel itu "dapat menyebabkan konsekuensi yang sangat mengerikan".
Lihat juga Video: Korut Uji Coba Rudal Balistik Jelang Kedatangan Trump ke Korsel











































