×
Ad

Netanyahu Ingatkan Israel 'Belum Selesai' di Iran!

Novi Christiastuti - detikNews
Selasa, 10 Mar 2026 17:00 WIB
PM Israel Benjamin Netanyahu (dok. Ohad Zwigenberg/Pool via REUTERS)
Tel Aviv -

Perdana Menteri (PM) Israel, Benjamin Netanyahu, memperingatkan bahwa serangan militer Israel terhadap Iran "belum selesai". Netanyahu menyebut operasi militer Israel telah melemahkan kepemimpinan ulama di Teheran.

"Aspirasi kita adalah untuk membawa rakyat Iran melepaskan diri dari belenggu tirani; pada akhirnya, itu tergantung pada mereka," kata PM Israel tersebut dalam pernyataan terbarunya, seperti dilansir AFP, Selasa (10/3/2026).

"Tetapi tidak diragukan lagi bahwa dengan tindakan yang telah diambil sejauh ini, kita sedang menghancurkan tulang-tulang mereka -- dan kita belum selesai," tegas Netanyahu saat mengunjungi Pusat Komando Kesehatan Nasional pada Senin (9/3) malam, menurut pernyataan yang diterbitkan pada Selasa (10/3).

Israel, bersama Amerika Serikat (AS), melancarkan rentetan serangan udara skala besar terhadap Iran sejak 28 Februari lalu. Serangan itu menewaskan para tokoh dan pejabat tinggi Iran, termasuk pemimpin tertinggi negara tersebut, Ayatollah Ali Khamenei.

Teheran merespons dengan gelombang serangan rudal dan drone terhadap target-target di Israel dan negara-negara Teluk yang menampung aset militer AS, yang membuat konflik menyebar ke seluruh Timur Tengah.

Pernyataan Netanyahu soal Israel "belum selesai" dengan perang melawan Iran itu disampaikan setelah Presiden AS Donald Trump mengatakan bahwa perang melawan Iran "sudah sangat tuntas". Trump menyebut AS jauh lebih cepat dari perkiraan awal soal perang akan berlangsung selama 4-5 minggu.

"Saya pikir perang ini sudah sangat tuntas, hampir sepenuhnya," kata Trump dalam wawancara telepon dengan CBS News.

"Mereka (Iran-red) tidak memiliki angkatan laut, tidak ada komunikasi, mereka tidak memiliki angkatan udara. Rudal-rudal mereka tinggal sedikit. Drone-drone mereka dihancurkan di mana-mana, termasuk pabrik pembuatan drone mereka," klaim Trump dalam wawancara tersebut.




(nvc/ita)

Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork