Pemerintah Turki buka suara mengenai serangan-serangan Iran ke negara-negara Teluk. Menteri Luar Negeri (Menlu) Turki, Hakan Fidan, mengatakan bahwa langkah Iran menyerang Arab Saudi dan negara-negara Teluk lainnya, sebagai pembalasan atas serangan Amerika Serikat (AS) dan Israel terhadap wilayahnya, merupakan "strategi yang sangat salah".
Fidan menilai serangan Teheran terhadap negara-negara yang menampung aset militer AS, justru telah meningkatkan ketidakstabilan di kawasan Timur Tengah.
"Pengeboman tanpa pandang bulu yang dilakukan Iran di semua tempat ini adalah strategi yang sangat salah," kata Fidan saat berbicara kepada televisi pemerintah, TRT Haber, seperti dilansir Reuters dan Al Arabiya, Rabu (4/3/2026).
Dia mengatakan bahwa Iran menggunakan strategi yang dinilainya ingin menunjukkan bahwa: "Jika saya tenggelam, saya akan menenggelamkan kawasan ini juga".
Menurut Fidan, negara-negara Arab yang diserang oleh Iran mungkin tidak dapat tetap diam jika serangan terus berlanjut. Dia menyebut risiko meluasnya konflik lebih lanjut sangat mengkhawatirkan.
Lebih lanjut, Fidan mengatakan bahwa kepemimpinan baru di Iran, setelah terpilih dan terbentuk, dapat memberikan peluang untuk mengakhiri perang dengan AS dan Israel.
Dia mengingatkan bahwa kompromi apa pun yang mungkin diperlukan akan lebih baik daripada memperpanjang perang.
(nvc/ita)