Turki Kritik Serangan Iran ke Arab Saudi Cs: Strategi yang Salah!

Turki Kritik Serangan Iran ke Arab Saudi Cs: Strategi yang Salah!

Novi Christiastuti - detikNews
Rabu, 04 Mar 2026 11:33 WIB
Menlu Turki Hakan Fidan (dok. Reuters)
Menlu Turki Hakan Fidan (dok. Reuters)
Ankara -

Pemerintah Turki buka suara mengenai serangan-serangan Iran ke negara-negara Teluk. Menteri Luar Negeri (Menlu) Turki, Hakan Fidan, mengatakan bahwa langkah Iran menyerang Arab Saudi dan negara-negara Teluk lainnya, sebagai pembalasan atas serangan Amerika Serikat (AS) dan Israel terhadap wilayahnya, merupakan "strategi yang sangat salah".

Fidan menilai serangan Teheran terhadap negara-negara yang menampung aset militer AS, justru telah meningkatkan ketidakstabilan di kawasan Timur Tengah.

"Pengeboman tanpa pandang bulu yang dilakukan Iran di semua tempat ini adalah strategi yang sangat salah," kata Fidan saat berbicara kepada televisi pemerintah, TRT Haber, seperti dilansir Reuters dan Al Arabiya, Rabu (4/3/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dia mengatakan bahwa Iran menggunakan strategi yang dinilainya ingin menunjukkan bahwa: "Jika saya tenggelam, saya akan menenggelamkan kawasan ini juga".

ADVERTISEMENT

Menurut Fidan, negara-negara Arab yang diserang oleh Iran mungkin tidak dapat tetap diam jika serangan terus berlanjut. Dia menyebut risiko meluasnya konflik lebih lanjut sangat mengkhawatirkan.

Lebih lanjut, Fidan mengatakan bahwa kepemimpinan baru di Iran, setelah terpilih dan terbentuk, dapat memberikan peluang untuk mengakhiri perang dengan AS dan Israel.

Dia mengingatkan bahwa kompromi apa pun yang mungkin diperlukan akan lebih baik daripada memperpanjang perang.

Fidan juga menambahkan bahwa dirinya berharap kepemimpinan baru Iran akan "menunjukkan kemauan" untuk mengakhiri konflik tersebut.

AS dan Israel melancarkan gelombang serangan terkoordinasi terhadap Iran sejak Sabtu (28/2). Dalam beberapa hari, pasukan kedua negara yang bersekutu itu menyerang target-target di berbagai wilayah Iran, termasuk menargetkan rudal, angkatan laut, dan lokasi komando dan kendali militer negara tersebut.

Rentetan serangan itu menewaskan sejumlah tokoh penting dan pejabat tinggi Teheran, termasuk pemimpin tertinggi negara tersebut, Ayatollah Ali Khamenei.

Laporan terbaru Bulan Sabit Merah Iran menyebutkan bahwa sejauh ini, sedikitnya 787 orang tewas akibat gelombang serangan AS-Israel.

Dikatakan oleh Bulan Sabit Merah Iran bahwa AS-Israel telah melancarkan lebih dari 1.000 serangan udara sejak Sabtu (28/2) waktu setempat. Gelombang serangan itu, sebut Bulan Sabit Merah Iran, menghantam sebanyak 153 kota dan lebih dari 500 lokasi di berbagai wilayah Iran.

Iran membalas dengan serangan rudal dan drone terhadap target-target di Israel dan pangkalan-pangkalan AS di negara-negara Teluk.

Teheran juga mengklaim bahwa setidaknya 560 tentara AS tewas dan luka-luka akibat rentetan serangan pembalasan mereka. Namun AS sejauh ini mengonfirmasi sedikitnya empat tentaranya tewas akibat serangan pembalasan Iran.

Lihat juga Video: Iran Serang Kilang Minyak Aramco di Saudi, Pekerja Dievakuasi

Halaman 2 dari 2
(nvc/ita)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads