×
Ad

Jeffrey Epstein Diduga Mata-mata Rusia, Kremlin Bilang Gini

Novi Christiastuti - detikNews
Jumat, 06 Feb 2026 18:18 WIB
Jeffrey Epstein (dok. New York State Sex Offender Registry via AP, File)
Moskow -

Kremlin atau kantor kepresidenan Rusia menanggapi dugaan yang beredar soal pelaku kejahatan seks Amerika Serikat (AS), Jeffrey Epstein, merupakan seorang mata-mata Rusia yang dirahasiakan. Kremlin memberikan tanggapan santai dengan mengisyaratkan dugaan itu pantas untuk ditertawakan.

Dugaan itu mencuat setelah otoritas Polandia akan menyelidiki dugaan hubungan Epstein dengan dinas rahasia Rusia, menyusul dirilisnya jutaan halaman dokumen Epstein oleh Departemen Kehakiman AS pekan lalu.

Saat ditanya oleh wartawan soal apakah Epstein adalah agen intelijen Rusia, seperti dilansir AFP, Jumat (6/2/2026), juru bicara Kremlin Dmitry Peskov menertawakan dugaan tersebut.

"Saya tergoda untuk membuat banyak lelucon tentang versi tersebut, tetapi mari kita tidak membuang-buang waktu," kata Peskov.

Dokumen-dokumen yang dirilis AS menunjukkan Epstein dalam beberapa kesempatan berbicara tentang keinginannya untuk bertemu Presiden Rusia Vladimir Putin. Namun tidak ada bukti kuat yang menunjukkan mereka pernah bertemu.

Saat berbicara kepada media pemerintah Rusia awal pekan ini, Peskov mengatakan bahwa Kremlin tidak pernah meminta permintaan dari Epstein.

Epstein yang terdaftar sebagai penjahat seks itu, ditemukan tewas di dalam sel tahanan di New York pada tahun 2019 saat menunggu persidangan atas kasus perdagangan seks. Kematiannya ditetapkan sebagai bunuh diri, namun teori konspirasi dan spekulasi bermunculan selama bertahun-tahun.




(nvc/idh)

Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork