Kepolisian Norwegia meluncurkan penyelidikan terhadap mantan Perdana Menteri (PM) Thorbjorn Jagland terkait hubungannya dengan pelaku kejahatan seksual Jeffrey Epstein di masa lalu. Penyelidikan terhadap Jagland ini fokus pada dugaan "korupsi berat".
Kementerian Luar Negeri Norwegia, seperti dilansir AFP, Jumat (6/2/2026), mengatakan pihaknya akan meminta agar kekebalan yang dimiliki Jagland sebagai mantan kepala organisasi internasional dicabut untuk memfasilitasi penyelidikan.
Jagland menjabat sebagai PM Norwegia dari tahun 1996 hingga tahun 1997. Dia kemudian menjabat sebagai Sekretaris Jenderal Dewan Eropa pada tahun 2009 hingga tahun 2019. Kemudian antara Januari 2009 hingga Maret 2015, Jagland juga memimpin komite yang memilih para pemenang Nobel Perdamaian.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Banyak tokoh dunia, termasuk elite politik, selebriti, dan anggota kerajaan, yang terseret ke dalam kekacauan setelah Departemen Kehakiman Amerika Serikat (AS) pekan lalu merilis kumpulan dokumen baru, yang berjumlah hampir tiga juta halaman, terkait penyelidikan kasus Epstein.
Epstein ditemukan tewas di dalam sel tahanan di New York pada tahun 2019 saat menunggu persidangan atas kasus perdagangan seks. Kematiannya ditetapkan sebagai bunuh diri, namun teori konspirasi dan spekulasi bermunculan selama bertahun-tahun.
Penyelidikan yang dilakukan oleh otoritas Norwegia tampaknya didasari atas dokumen-dokumen yang diungkap ke publik oleh AS. Laporan surat kabar Norwegia, VG, menyebutkan bahwa Jagland menjalin kontak yang luas dengan Epstein, berdasarkan dokumen yang dirilis AS.
Jagland juga disebut pernah meminta bantuan keuangan kepada Epstein untuk membeli sebuah apartemen. Dalam pernyataan kepada VG, Jagland yang kini berusia 75 tahun mengklaim dirinya memperoleh semua pinjaman propertinya dari bank Norwegia, DNB.
Dokumen-dokumen yang dirilis AS itu juga menyebutkan bahwa Jagland pernah tinggal bersama Epstein di New York pada tahun 2018, serta di apartemen milik Epstein di Paris pada tahun 2015 dan tahun 2018.
Tidak hanya itu, Jagland juga disebut merencanakan perjalanan keluarga ke pulau milik Epstein pada tahun 2014, namun akhirnya dibatalkan. Beberapa korespondensi via email antara Jagland dan Epstein, tercatat dikirimkan tahun 2012 dan 2013, diketahui membahas soal "wanita muda".
Penyelidikan terhadap Jagland diumumkan oleh Okokrim, unit kejahatan ekonomi pada Kepolisian Norwegia, dalam pernyataannya pada Kamis (5/2).
Kepolisian telah membuka penyelidikan terhadap... Thorbjorn Jagland, atas dugaan korupsi berat," demikian pernyataan Okokrim.
"Ada alasan yang masuk akal untuk melakukan penyelidikan, mengingat dia pernah memegang jabatan ketua Komite Nobel dan Sekretaris Jenderal Dewan Eropa selama periode yang tercakup dalam dokumen yang dirilis," kata Direktur Okokrim, Pal K Lonseth, dalam pernyataannya.
"Di antara hal lainnya, Okokrim akan menyelidiki apakah ada hadiah, perjalanan, dan pinjaman yang diterima sehubungan dengan jabatannya," sebut pernyataan tersebut.
Dalam tanggapannya, pengacara Jagland, Anders Brosveet, mengatakan kepada AFP bahwa: "Kami tenang soal hasil penyelidikan."
"Baik bagi Jagland untuk menerima klarifikasi resmi dari Okokrim, daripada membiarkan seluruh awak media melakukan penyelidikan pribadi mereka sendiri," ucap Brosveet.
Jagland, dalam pernyataan kepada surat kabar Aftenposten pada Minggu (1/2), menyebut dirinya memiliki "penilaian yang buruk" dengan tetap menjalin hubungan dengan Epstein.
Lihat juga Video: Muncul Laporan Kasus Prostitusi di Istana Buckingham Terkait Epstein











































