Kremlin atau kantor kepresidenan Rusia menanggapi dugaan yang beredar soal pelaku kejahatan seks Amerika Serikat (AS), Jeffrey Epstein, merupakan seorang mata-mata Rusia yang dirahasiakan. Kremlin memberikan tanggapan santai dengan mengisyaratkan dugaan itu pantas untuk ditertawakan.
Dugaan itu mencuat setelah otoritas Polandia akan menyelidiki dugaan hubungan Epstein dengan dinas rahasia Rusia, menyusul dirilisnya jutaan halaman dokumen Epstein oleh Departemen Kehakiman AS pekan lalu.
Saat ditanya oleh wartawan soal apakah Epstein adalah agen intelijen Rusia, seperti dilansir AFP, Jumat (6/2/2026), juru bicara Kremlin Dmitry Peskov menertawakan dugaan tersebut.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Saya tergoda untuk membuat banyak lelucon tentang versi tersebut, tetapi mari kita tidak membuang-buang waktu," kata Peskov.
Dokumen-dokumen yang dirilis AS menunjukkan Epstein dalam beberapa kesempatan berbicara tentang keinginannya untuk bertemu Presiden Rusia Vladimir Putin. Namun tidak ada bukti kuat yang menunjukkan mereka pernah bertemu.
Saat berbicara kepada media pemerintah Rusia awal pekan ini, Peskov mengatakan bahwa Kremlin tidak pernah meminta permintaan dari Epstein.
Epstein yang terdaftar sebagai penjahat seks itu, ditemukan tewas di dalam sel tahanan di New York pada tahun 2019 saat menunggu persidangan atas kasus perdagangan seks. Kematiannya ditetapkan sebagai bunuh diri, namun teori konspirasi dan spekulasi bermunculan selama bertahun-tahun.
Nama Putin banyak muncul dalam email-email yang terungkap dalam berkas Epstein yang dirilis AS pekan lalu. Namun sebagian besar penyebutan nama Putin itu menyangkut soal laporan berita tentang pemimpin Rusia tersebut, meskipun terungkap juga sejumlah upaya Epstein untuk mengatur pertemuan.
Kumpulan dokumen itu juga mengungkapkan upaya Epstein untuk membawa wanita-wanita muda dari Rusia ke Eropa dan AS.
Selain dugaan menjadi mata-mata Rusia, Epstein juga dicurigai pernah menjadi mata-mata Israel. Kecurigaan ini muncul dari keterangan seorang informan Biro Investigasi Federal AS (FBI) yang menyebut Epstein pernah dilatih sebagai mata-mata di bawah mantan Perdana Menteri (PM) Israel, Ehud Barak.
Simak juga Video 'Trump: Ada Kabar Baik Terkait Upaya Akhiri Perang Rusia-Ukraina':











































