Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengomeli seorang jurnalis wanita yang melontarkan pertanyaan soal pelaku kejahatan seks, Jeffrey Epstein. Trump yang kesal justru mengkritik wartawati itu yang disebutnya jarang tersenyum di hadapannya.
Momen ini, seperti dilansir The Guardian dan New York Post, Rabu (4/2/2026), terjadi saat Trump menggelar acara di Ruang Oval Gedung Putih, yang ingin dia gunakan untuk mempromosikan dirinya dan partainya, Partai Republik.
Saat sesi tanya-jawab, seorang koresponden CNN, Kaitlan Collins, melontarkan pertanyaan soal kasus Epstein. Collins mengatakan bahwa beberapa korban Epstein merasa kecewa dengan cara Departemen Kehakiman AS menyensor informasi dalam dokumen kasus itu yang diungkap ke publik pekan lalu.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Banyak perempuan yang merupakan penyintas Epstein tidak senang dengan penyensoran sebagian informasi yang muncul -- beberapa di antaranya adalah keterangan saksi -- disensor seluruhnya. Apakah menurut Anda mereka seharusnya lebih transparan?" tanya Collins kepada Trump.
Trump yang tampak keberatan dengan pertanyaan itu, menyebut bahwa laporan yang dia dengar adalah para korban justru mengeluh karena identitas mereka dan informasi lainnya tidak disensor dalam berkas kasus Epstein.
Trump kemudian berusaha mengakhiri pertanyaan Collins dengan mengatakan: "Saya pikir sudah saatnya negara ini beralih ke hal lainnya, sekarang setelah tidak ada yang terungkap tentang saya, selain itu adalah konspirasi terhadap saya, secara harfiah, oleh Epstein dan orang lain."
"Tapi saya pikir sudah saatnya negara ini mungkin beralih ke hal lain," sebutnya.
Namun Collins kembali bertanya: "Tetapi apa yang akan Anda katakan kepada orang-orang yang merasa belum mendapatkan keadilan, Bapak Presiden?"
Wartawan CNN Kaitlan Collins Foto: AFP via Getty Images |
"Apa yang Anda katakan?" balas Trump dengan nada kesal. Collins mengulangi pertanyaannya: "Apa yang akan Anda katakan kepada para korban yang merasa belum mendapatkan keadilan?"
Trump kemudian langsung melontarkan serangan verbal terhadap Collins. "Anda tahu, Anda reporter terburuk," kata Trump dengan nada menghina.
"Kalian tahu, dia wanita muda," ucap Trump kepada para anggota parlemen Partai Republik yang berdiri di sekeliling mejanya saat tanya-jawab berlangsung.
"Saya rasa saya belum pernah melihat Anda tersenyum. Saya sudah mengenal Anda selama 10 tahun. Saya rasa saya belum pernah melihat senyum di wajah Anda," kata Trump sambil menoleh kembali ke arah Collins.
Collins menyela dengan mengatakan: "Saya bertanya tentang para korban pelecehan Jeffrey Epstein, Bapak Presiden."
Mengabaikan ucapan Collins, Trump melanjutkan omelannya. "Anda tahu mengapa Anda tidak tersenyum? Karena Anda mengetahui bahwa Anda tidak mengatakan kebenaran. Dan Anda adalah organisasi yang sangat tidak jujur, dan mereka seharusnya malu pada Anda," ucapnya.
Collins masih berusaha menjawab, bergumam bahwa dia sedang bertanya soal "para korban pelecehan seksual" -- menyiratkan bahwa tidak pantas baginya untuk terlihat tersenyum.
Lihat Video 'Trump Semprot Jurnalis saat Ditanya soal Epstein: Reporter Terburuk!':












































