Jeffrey Epstein Diyakini Pernah Jadi Mata-mata Israel

Jeffrey Epstein Diyakini Pernah Jadi Mata-mata Israel

Novi Christiastuti - detikNews
Kamis, 05 Feb 2026 17:08 WIB
Jeffrey Epstein Diyakini Pernah Jadi Mata-mata Israel
Jeffrey Epstein (dok. Instagram)
Washington DC -

Seorang informan Biro Investigasi Federal Amerika Serikat (AS), atau FBI, meyakini bahwa mendiang pelaku kejahatan seks Jeffrey Epstein pernah menjadi mata-mata Israel. Epstein yang menganut Yahudi ini, disebut pernah dilatih sebagai mata-mata di bawah mantan Perdana Menteri (PM) Israel, Ehud Barak.

Informasi tersebut, seperti dilansir Anadolu Agency, Kamis (5/2/2026), terungkap dalam satu satu dokumen dari jutaan halaman dokumen terkait kasus Epstein yang dirilis ke publik oleh Departemen Kehakiman AS pekan lalu.

Dokumen pemerintah AS itu menyebutkan bahwa seorang informan FBI yang menyamar, disebut juga sebagai sumber informasi rahasia (CHS), menuturkan jika pengacara Epstein, Alan Dershowitz, mengatakan kepada Jaksa Agung Distrik Florida Selatan pada saat itu, Alex Ocasta, "bahwa Epstein tergabung dalam dinas intelijen AS dan sekutu".

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"CHS (merujuk pada informan FBI yang menyamar-red) membagikan rekaman panggilan telepon antara Dershowitz dan Epstein, di mana dia mencatatnya. Setelah panggilan telepon ini, Mossad kemudian akan menghubungi Dershowitz untuk memberikan pengarahan," demikian bunyi dokumen tersebut.

ADVERTISEMENT

"Epstein dekat dengan mantan Perdana Menteri Israel, Ehud Barak, dan pernah dilatih sebagai mata-mata di bawahnya," sebut dokumen yang sama.

Disebutkan juga dalam dokumen tersebut bahwa Barak "meyakini (PM Israel saat ini, Benjamin) Netanyahu adalah seorang kriminal", dan informan FBI tersebut "menjadi yakin bahwa Epstein adalah agen Mossad yang direkrut" di tengah persaingan global yang melibatkan Israel.

Dokumen tersebut memiliki catatan berbunyi "lihat laporan sebelumnya", namun apa yang dimaksud tidak jelas.

Informan itu kemudian mengungkapkan kepada FBI soal Dershowitz pernah mengatakan kepadanya bahwa "jika dia muda lagi, dia akan memegang senjata kejut sebagai agen intelijen Israel (Mossad)".

"CHS meyakini Dershowtiz telah direkrut oleh Mossad dan mengikuti misi mereka," imbuh dokumen pemerintah AS tersebut.

Kumpulan dokumen terkait Epstein yang baru diungkap ke publik oleh Departemen Kehakiman AS itu juga menyebutkan tokoh-tokoh penting dan terkemuka, termasuk para anggota elite politik dan keuangan.

Epstein yang terdaftar sebagai penjahat seks, ditemukan tewas di dalam sel tahanannya di New York pada tahun 2019 ketika menunggu persidangan atas tuduhan perdagangan seks. Meskipun kematiannya dinyatakan sebagai bunuh diri, hal itu memicu teori konspirasi selama bertahun-tahun.

Sebelum dijebloskan ke penjara, Epstein pernah terjerat kasus serupa pada tahun 2008 lalu, di mana dia mengaku bersalah di pengadilan negara bagian Florida dan dijatuhi hukuman atas dakwaan menyediakan anak di bawah umur untuk prostitusi. Namun para pengkritik menyebut hukuman yang relatif ringan itu -- yang disetujui oleh Acosta -- sebagai "kesepakatan istimewa".

Para korban Epstein menuduhnya mengoperasikan jaringan perdagangan seks yang luas, yang digunakan oleh para orang kaya dan anggota elite politik dunia.

Simak Video 'Bantahan Bill Gates soal Isi File Epstein':

Halaman 2 dari 2
(nvc/idh)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads