Wakil Ketua Dewan Keamanan Rusia, Dmitry Medvedev, mengatakan bahwa dunia menjadi tempat yang semakin berbahaya, tetapi dia mengaku tidak ingin Moskow terseret ke dalam konflik global.
Medvedev yang menjabat Presiden Rusia periode tahun 2008-2012, kini menjadi pejabat keamanan senior Kremlin. Dia menjabat sebagai Wakil Ketua Dewan Keamanan Rusia, semacam politbiro modern yang terdiri atas pejabat paling berpengaruh Kremlin yang dipimpin langsung oleh Presiden Vladimir Putin.
Selain berita tersebut, berikut ini berita-berita internasional yang menarik perhatian pembaca detikcom, hari ini, Senin (2/2/2026):
- Drone Rusia Hantam Bus Pekerja Tambang Ukraina, 12 Orang Tewas
Serangan drone Rusia menghantam sebuah bus yang mengangkut para pekerja tambang di wilayah Dnipropetrovsk, Ukraina bagian timur, pada Minggu (1/2) waktu setempat. Sedikitnya 12 orang tewas akibat serangan drone tersebut.
Dituturkan kepolisian setempat, seperti dilansir AFP, Senin (2/2/2026), bahwa bus tersebut sedang melaju di sekitar area Ternivka, sebuah kota yang berjarak sekitar 65 kilometer dari garis depan pertempuran, ketika serangan drone melanda.
Kepala administrasi militer regional Dnipropetrovsk, Oleksandr Ganzha, mengatakan bahwa drone yang menghantam bus di wilayahnya itu merupakan "drone musuh", yang merujuk pada Rusia.
- Jenderal Top AS-Israel Bertemu di Tengah Ketegangan dengan Iran
Para jenderal terkemuka Amerika Serikat (AS) dan Israel melakukan pembicaraan di Pentagon atau Departemen Pertahanan AS. Pembicaraan ini digelar saat ketegangan dengan Iran semakin meningkat.
Pertemuan antara Jenderal Dan Caine, yang menjabat Ketua Kepala Staf Gabungan AS, dan Jenderal Eyal Zamir, yang menjabat sebagai Kepala Staf Angkatan Bersenjata Israel, ini diungkapkan oleh dua sumber pejabat AS, yang enggan disebut namanya, seperti dikutip Reuters, Senin (2/2/2026).
Pertemuan yang berlangsung tertutup di Pentagon ini digelar pada Jumat (30/1) waktu setempat, dan baru terungkap ke publik pada Minggu (1/2). Pertemuan jenderal-jenderal AS dan Israel ini tidak dilaporkan oleh media-media sebelumnya.
- Israel Ingin AS Serang Iran, Tapi Trump Lebih Condong ke Diplomasi
Israel dilaporkan menginginkan Amerika Serikat (AS) untuk menyerang Iran. Namun, Presiden AS Donald Trump disebut lebih memilih diplomasi, dengan tujuan akhir mengakhiri program nuklir Teheran.
(ita/ita)