Ribuan tahanan Islamic State (ISIS) akan dipindahkan dari wilayah Suriah bagian timur laut ke Irak. Pemindahan tahanan ISIS menjadi misi terbaru militer Amerika Serikat (AS) setelah gencatan senjata disepakati antara pemerintah Suriah dan Pasukan Demokratik Suriah (SDF), yang selama ini mengamankan para tahanan ISIS.
Komando Pusat AS (CENTCOM), seperti dilansir AFP dan Al Arabiya, Kamis (22/1/2026), mengumumkan pada Rabu (21/1) waktu setempat bahwa misi pemindahan tahanan ISIS dari Suriah ke Irak telah diluncurkan.
Disebutkan CENTCOM bahwa setidaknya 150 militan ISIS telah dipindahkan dari wilayah Hasakah di Suriah. Sebanyak 7.000 militan ISIS lainnya yang ditahan akan dipindahkan ke fasilitas-fasilitas penahanan yang dikendalikan Irak.
"Kami berkoordinasi erat dengan mitra-mitra regional, termasuk pemerintah Irak, dan kami sangat menghargai peran mereka dalam memastikan kekalahan ISIS secara berkelanjutan," kata Komandan CENTCOM, Laksamana Brad Cooper, dalam pernyataannya.
"Memfasilitasi pemindahan tahanan ISIS secara tertib dan aman sangat penting untuk mencegah pelarian yang akan menimbulkan ancaman langsung bagi Amerika Serikat dan keamanan regional," sebutnya.
Otoritas kehakiman Irak, dalam pernyataan terpisah, mengumumkan pihaknya akan memulai proses hukum terhadap para tahanan ISIS yang dipindahkan dari Suriah ke Irak sebagai bagian dari operasi AS.
"Otoritas kehakiman Irak akan memulai proses hukum standar terhadap para terdakwa yang diterima dan ditempatkan di lembaga pemasyarakatan yang relevan," demikian pernyataan Dewan Yudisial Tertinggi Irak.
(nvc/whn)