Pemerintah India turut menyerukan warganya untuk segera meninggalkan Iran yang dilanda aksi demo besar-besaran. Menurut kelompok hak asasi manusia, penindakan keras pemerintah terhadap protes massal itu telah menewaskan ribuan orang.
Dilansir kantor berita AFP, Kamis (15/1/2026), Kementerian Luar Negeri India memperkirakan biasanya ada sekitar 10.000 warga negara India di Iran.
"Warga negara India yang saat ini berada di Iran (mahasiswa, peziarah, pebisnis, dan turis) disarankan untuk meninggalkan Iran dengan alat transportasi yang tersedia," kata Kedutaan Besar India di Teheran, ibu kota Iran, dalam sebuah unggahan di media sosial pada Rabu (14/1) malam waktu setempat.
Baca juga: Iran-AS Memanas, Arab Saudi Bilang Gini |
Sebelumnya, pemerintah Polandia lewat Kementerian Luar Negeri-nya juga menyerukan warganya untuk segera meninggalkan Iran.
"Kementerian Luar Negeri mendesak agar segera meninggalkan Iran dan menyarankan untuk tidak melakukan perjalanan ke negara ini," demikian pernyataan kementerian tersebut dalam sebuah unggahan di media sosial X, dilansir Al Arabiya dan Reuters, Kamis (15/1/2026).
Secara terpisah pada hari Rabu (14/1) waktu setempat, pemerintah Italia juga menyerukan kepada warganya untuk meninggalkan Iran karena situasi keamanan di negara tersebut. Demikian pernyataan Kementerian Luar Negeri Italia dalam dalam sebuah pernyataan pada hari Rabu (14/1) waktu setempat.
Kementerian menyebutkan bahwa terdapat sekitar 600 warga Italia di Iran, sebagian besar berada di wilayah Teheran.
Perkembangan terbaru, otoritas Iran telah menutup sementara wilayah udaranya untuk semua penerbangan kecuali penerbangan sipil internasional untuk kedatangan dan keberangkatan yang telah mendapat izin resmi sebelumnya. Belum diketahui sampai kapan Iran akan menutup wilayah udaranya.
Dilansir Anadolu Agency, Kamis (15/1/2026), pemberitahuan penutupan wilayah udara ini dimulai hari ini. Iran hanya mengizinkan penerbangan sipil internasional dengan persetujuan dari otoritas penerbangan sipil.
(ita/ita)