Para personel militer NATO dijadwalkan mulai tiba di Greenland pada hari Kamis (15/1). Ini terjadi tak lama setelah pertemuan antara para pejabat Amerika, Denmark, dan Greenland di Washington, AS gagal menyelesaikan "ketidaksepakatan mendasar" mengenai Greenland.
Presiden AS Donald Trump telah berulang kali bertekad untuk mengambil alih pulau Arktik yang kaya mineral dan strategis tersebut. Trump beralasan bahwa wilayah otonom Denmark tersebut sangat penting bagi keamanan AS.
Selain berita tersebut, berikut ini berita-berita internasional yang menarik perhatian pembaca detikcom, hari ini, Kamis (15/1/2026):
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
- India Serukan Warganya Angkat Kaki dari Iran!
Pemerintah India turut menyerukan warganya untuk segera meninggalkan Iran yang dilanda aksi demo besar-besaran. Menurut kelompok hak asasi manusia, penindakan keras pemerintah terhadap protes massal itu telah menewaskan ribuan orang.
Dilansir kantor berita AFP, Kamis (15/1/2026), Kementerian Luar Negeri India memperkirakan biasanya ada sekitar 10.000 warga negara India di Iran.
"Warga negara India yang saat ini berada di Iran (mahasiswa, peziarah, pebisnis, dan turis) disarankan untuk meninggalkan Iran dengan alat transportasi yang tersedia," kata Kedutaan Besar India di Teheran, ibu kota Iran, dalam sebuah unggahan di media sosial pada Rabu (14/1) malam waktu setempat.
- AS Setop Proses Visa Imigran 75 Negara, Termasuk Tetangga Dekat RI
Pemerintah Amerika Serikat mengumumkan penghentian sementara pemrosesan visa imigran dari 75 negara. Sebuah langkah terbaru Presiden Donald Trump terhadap warga asing yang ingin datang ke Amerika.
Amerika Serikat telah lama menolak visa dari orang-orang yang tampaknya akan membutuhkan bantuan pemerintah. Namun, Departemen Luar Negeri AS mengatakan akan menggunakan wewenang yang sama untuk penangguhan menyeluruh visa imigran berdasarkan kewarganegaraan.
"Pemerintahan Trump mengakhiri penyalahgunaan sistem imigrasi Amerika oleh mereka yang ingin mengambil kesejahteraan dari rakyat Amerika," kata juru bicara Departemen Luar Negeri AS, Tommy Pigott, dilansir kantor berita AFP, Kamis (15/1/2026).
- Rusia Prihatin Atas Kedatangan Tentara NATO di Greenland
Rusia menyatakan keprihatinan serius atas kedatangan para personel militer NATO di Greenland, yang diancam akan direbut oleh Presiden Amerika Serikat Donald Trump.
"Situasi yang terjadi di lintang tinggi tersebut menjadi keprihatinan serius bagi kami," kata Kedutaan Besar Rusia di Belgia, tempat markas NATO berada, dilansir kantor berita AFP, Kamis (15/1/2026).
"NATO meningkatkan kehadiran militernya di sana dengan dalih palsu ancaman yang semakin besar dari Moskow dan Beijing," tambah kedutaan tersebut dalam sebuah pernyataan yang diterbitkan pada hari Rabu (14/1) malam waktu setempat.
- AS Tetapkan Ikhwanul Muslimin Organisasi Teroris, Arab Saudi Sambut Baik
Pemerintah Arab Saudi menyambut baik keputusan Amerika Serikat menetapkan tiga cabang Ikhwanul Muslimin di Timur Tengah sebagai organisasi teroris.
"Kementerian Luar Negeri Kerajaan Arab Saudi menyambut baik klasifikasi oleh Amerika Serikat terhadap cabang-cabang Ikhwanul Muslimin di Mesir, Yordania, dan Lebanon sebagai kelompok teroris," kata kementerian luar negeri Saudi dalam sebuah pernyataan, dilansir Al Arabiya, Kamis (15/1/2026).
Pernyataan tersebut selanjutnya menegaskan kembali kecaman Arab Saudi terhadap ekstremisme dan terorisme, menggarisbawahi dukungannya kepada semua pihak yang membantu membangun stabilitas dan kemakmuran di dunia Arab dan seluruh dunia.
- Memanas! Tentara NATO Segera Tiba di Greenland
Para personel militer NATO dijadwalkan mulai tiba di Greenland pada hari Kamis (15/1). Ini terjadi tak lama setelah pertemuan antara para pejabat Amerika, Denmark, dan Greenland di Washington, AS gagal menyelesaikan "ketidaksepakatan mendasar" mengenai Greenland.
Presiden AS Donald Trump telah berulang kali bertekad untuk mengambil alih pulau Arktik yang kaya mineral dan strategis tersebut. Trump beralasan bahwa wilayah otonom Denmark tersebut sangat penting bagi keamanan AS.
Sebelumnya, Prancis, Swedia, Jerman, dan Norwegia telah mengumumkan pada hari Rabu (14/1), bahwa mereka akan mengerahkan personel militer ke ibu kota Greenland, Nuuk untuk misi pengawasan.











































