Kala Anwar Ibrahim Akhirnya Berjodoh dengan Jabatan PM Malaysia

ADVERTISEMENT

Kala Anwar Ibrahim Akhirnya Berjodoh dengan Jabatan PM Malaysia

Novi Christiastuti - detikNews
Kamis, 24 Nov 2022 20:55 WIB
Malaysias newly appointed Prime Minister Anwar Ibrahim signs documents after taking the oath during the swearing-in ceremony at the National Palace in Kuala Lumpur on November 24, 2022. (Photo by MOHD RASFAN / POOL / AFP) (Photo by MOHD RASFAN/POOL/AFP via Getty Images)
Anwar Ibrahim (Foto: Mohd Rasfan/AFP/Getty Images)
Kuala Lumpur -

Anwar Ibrahim resmi dilantik menjadi Perdana Menteri (PM) Malaysia. Pelantikan itu membuat Anwar Ibrahim akhirnya berjodoh dengan jabatan PM Malaysia yang dikejarnya selama 2 dekade.

Anwar Ibrahim merupakan pemain lama dalam politik Malaysia. Dilansir AFP dan Malay Mail, Kamis (24/11/2022), karier politik Anwar (75) membentang selama empat dekade terakhir di Malaysia.

Ketua Partai Keadilan Rakyat (PKR) ini bahkan dijuluki pemimpin oposisi abadi karena cukup lama memimpin oposisi pemerintahan. Karier politik Anwar dimulai pada tahun 1982 silam.

Saat itu, dirinya masih berstatus pemimpin pemuda Muslim. Dia bergabung dengan Partai Organisasi Kebangsaan Melayu Bersatu (UMNO) -- partai politik besar yang berkuasa selama lebih dari 60 tahun di Malaysia.

Sosoknya melejit dan karier politiknya meroket saat dia terpilih menjabat sebagai Menteri Keuangan dan kemudian Wakil PM pada awal tahun 1990-an di bawah pemerintahan Mahathir Mohamad. Saat itu, sosok Anwar menjadi penyeimbang muda untuk veteran politik seperti Mahathir.

Berseteru dengan Mahathir

Anwar dan Mahathir dianggap sebagai duo paling dinamis dalam perpolitikan Malaysia pada saat itu. Namun tak diduga, hubungan keduanya memburuk.

Ketegangan memuncak saat krisis keuangan menyelimuti Asia tahun 1997-1998. Saat itu, Mahathir dan Anwar dilanda perselisihan sengit soal cara menangani krisis.

Anwar Didakwa Kasus Korupsi dan Sodomi

Sejumlah pengamat menyebut Anwar terlalu tidak sabar untuk menjadi PM, bahkan meremehkan Mahathir sebagai pelindungnya. Mahathir kemudian memecat Anwar.

Anwar juga diusir keluar dari keanggotaan UMNO dan didakwa atas korupsi serta sodomi. Dia dijatuhi hukuman enam tahun penjara atas dakwaan korupsi tahun 1999 silam.

Setahun kemudian, dia juga menerima hukuman tambahan sembilan tahun penjara untuk dakwaan sodomi yang menjeratnya. Kedua hukuman itu dijalani Anwar secara berturut-turut.

Saat Anwar mengklaim dirinya mengalami persekusi politik, unjuk rasa pecah di jalanan Malaysia dan berkembang menjadi gerakan menyerukan reformasi demokrasi. Foto Anwar dengan mata menghitam, yang dipicu oleh Kepala Kepolisian Malaysia saat itu, dipublikasikan oleh surat-surat kabar di seluruh dunia.

Sosok Anwar pun berubah menjadi simbol perjuangan yang mengadopsi seruan 'Reformasi!' di Malaysia. Pertikaian Anwar dan Mahathir mendominasi dan membentuk politik Malaysia selama empat dekade terakhir.

Pada 2004, Mahkamah Agung Malaysia membatalkan hukuman yang dijatuhkan terhadap Anwar untuk kasus sodomi dan membebaskannya dari penjara.

Saat berkunjung ke Indonesia, Anwar Ibrahim sempat berkisah tentang masa jaya dan terpuruknya saat menjadi pejabat Malaysia. Dia menceritakan kisah kehidupannya saat di istana sampai ke penjara.

"Saya pernah diletakkan sebagai Pemangku Perdana Menteri, yang tertinggi di negara dengan bintang gemerlapan terselip di dada," kata Anwar dalam pidato kebudayaan di Taman Ismail Marzuki (TIM), Cikini, Jakarta Pusat, Sabtu (30/01/2012).

Anwar mengatakan saat itu tidak ada makanan yang tidak enak yang dia makan karena tinggal di istana. Soal pemberian nama makan kala di istana lebih akrab ditelinganya 'santapan' daripada 'makanan'.

Namun, semua itu berubah saat dia dijebloskan ke penjara. Badannya tak lagi bugar, serta makanan yang dia makan pun dicampakkan pakai plastik, seperti binatang.

"Dari bintang gemerlap, ditelanjang bulat," ucap Anwar.

Anwar kembali memimpin koalisi oposisi dalam pemilu Malaysia tahun 2013. Koalisi pimpinannya meraup 50,87 persen suara populer, tapi gagal mendapatkan jumlah kursi mayoritas di parlemen. Anwar pun gagal menjadi PM Malaysia.

Dia kembali dijebloskan ke penjara atas tuduhan sodomi untuk kedua kalinya pada tahun 2015. Dia dijatuhi hukuman 5 tahun penjara. Selama dipenjara, Anwar bersikeras menyatakan dirinya tidak bersalah.

Anwar akhirnya menerima pengampunan penuh dari Raja Malaysia setelah menjalani masa hukuman selama 3 tahun. Dia kembali ke parlemen beberapa bulan kemudian setelah memenangkan kursi parlemen dalam pemilu sela.

Simak selengkapnya di halaman selanjutnya.

Saksikan Video 'Anwar Ibrahim: Tokoh Reformasi yang Sempat Dibui, Kini Jadi PM Malaysia':

[Gambas:Video 20detik]



ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT