Jelang Dilantik, Anwar Ibrahim Tiba di Istana Negara Didampingi Istri

ADVERTISEMENT

Jelang Dilantik, Anwar Ibrahim Tiba di Istana Negara Didampingi Istri

Novi Christiastuti - detikNews
Kamis, 24 Nov 2022 16:04 WIB
Malaysian politician Anwar Ibrahim gestures as he leaves a hospital where he is receiving treatment, ahead of an audience with Malaysias King, in Kuala Lumpur, Malaysia May 16, 2018. REUTERS/Lai Seng Sin     TPX IMAGES OF THE DAY
Anwar Ibrahim (dok. REUTERS/Lai Seng Sin)
Kuala Lumpur -

Pemimpin koalisi Pakatan Harapan Anwar Ibrahim telah tiba di Istana Negara menjelang pelantikan dirinya sebagai Perdana Menteri (PM) Malaysia. Anwar tampak didampingi oleh istrinya Dr Wan Azizah Wan Ismail.

Seperti dilansir The Star, Kamis (24/11/2022), Anwar tiba di Istana Negara dengan pengawalan ketat kepolisian, yang biasanya melekat pada seorang PM. Dia melambaikan tangan ke kerumunan wartawan yang menunggu di luar Istana Negara sejak pagi.

Pelantikan Anwar sebagai PM ke-10 Malaysia dijadwalkan digelar pukul 17.00 waktu setempat, di Istana Negara.

Pelantikan dilakukan setelah Anwar ditunjuk oleh Raja Malaysia sebagai PM Malaysia selanjutnya pada Kamis (24/11) siang waktu setempat. Penunjukan itu diumumkan oleh Pengawas Rumah Tangga Kerajaan Malaysia, Ahmad Fadil Shamsuddin.

Pengumuman itu disampaikan setelah Sultan Abdullah menggelar rapat khusus dengan Raja-raja Melayu.

"Setelah menyempurnakan pandangan para penguasa Malaysia, Yang Mulia memberikan persetujuan untuk menunjuk Datuk Seri Anwar Ibrahim (anggota parlemen Tambun) sebagai Perdana Menteri ke-10 Malaysia, sesuai dengan kewenangan Yang Mulia yang diatur dalam Pasal 40(2)(a) dan Pasal 43(2)(a) Konstitusi Federal," demikian pernyataan Pengawas Rumah Tangga Kerajaan Malaysia Datuk Ahmad Fadil Shamsuddin.

Penunjukan PM oleh Raja Malaysia itu diatur dalam Konstitusi Federal dan didasarkan pada sistem monarki konstitusional unik yang dianut Malaysia sejak lama.

Diketahui bahwa Pasal 40 ayat 2(a) dan Pasal 43 ayat 2(a) pada Konstitusi Federal Malaysia mengatur soal wewenang Raja Malaysia untuk menunjuk Perdana Menteri yang diyakini memiliki dukungan mayoritas dalam parlemen atau Dewan Rakyat.

Simak Video: Anwar Ibrahim: Tokoh Reformasi yang Sempat Dibui, Kini Jadi PM Malaysia

[Gambas:Video 20detik]




(nvc/idh)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT