Presiden Kazakhstan Menangi Pilpres, Putin Ucapkan Selamat

ADVERTISEMENT

Presiden Kazakhstan Menangi Pilpres, Putin Ucapkan Selamat

Novi Christiastuti - detikNews
Senin, 21 Nov 2022 17:46 WIB
Russian President Vladimir Putin gestures while speaking at the plenary session of the 19th annual meeting of the Valdai International Discussion Club outside Moscow, Russia, Thursday, Oct. 27, 2022. (Sergei Karpukhin, Sputnik, Kremlin Pool Photo via AP)
Presiden Rusia Vladimir Putin (dok. Sergei Karpukhin, Sputnik, Kremlin Pool Photo via AP)
Astana -

Presiden Rusia Vladimir Putin mengucapkan selamat kepada Presiden Kazakhstan Kassym-Jomart Tokayev yang menang telak dalam pilpres pada Minggu (20/11) waktu setempat. Ucapan selamat ini disampaikan saat hubungan kedua negara yang erat sejak lama, dilanda sedikit ketegangan usai Rusia menginvasi Ukraina.

Seperti dilansir AFP, Senin (21/11/2022), pilpres Kazakhstan digelar beberapa bulan setelah kerusuhan mematikan yang menewaskan ratusan orang melanda negara bekas Uni Soviet yang terletak di kawasan Asia Tengah itu.

"Anda menerima mandat kepercayaan yang meyakinkan dari sesama warga negara, yang membuka peluang baru untuk penerapan arah pembangunan nasional yang Anda majukan," ucap Putin dalam pernyataan yang dirilis Kremlin.

Hubungan dekat secara historis antara Rusia dan Kazakhstan menjadi tegang sejak Moskow melancarkan invasi ke Ukraina pada akhir Februari lalu. Kazakhstan diketahui mengupayakan hubungan yang seimbang antara Barat dan Rusia.

Tokayev secara terbuka berselisih dengan Putin dalam kunjungannya ke Saint Petersburg pada Juni lalu, dengan mengkritik langkah Moskow mengakui wilayah separatis di Ukraina yang kini telah dianeksasi Kremlin.

Dalam pesannya pada Senin (21/11) waktu setempat, Putin memuji 'kemitraan strategis' dan 'aliansi' yang terjalin antara Rusia dan Kazakhstan, yang disebutnya didasarkan pada 'persahabatan, ketetanggaan, dan rasa saling menghormati'.

"Kita akan terus bekerja bersama untuk meningkatkannya," cetus Putin dalam pernyataan yang dirilis Kremlin.



ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT