Peroleh 82,45% Suara, Tokayev Terpilih Lagi Jadi Presiden Kazakhstan

ADVERTISEMENT

Peroleh 82,45% Suara, Tokayev Terpilih Lagi Jadi Presiden Kazakhstan

Arief Ikhsanudin - detikNews
Senin, 21 Nov 2022 02:57 WIB
In this image taken from video released by Kazakhstans Presidential Press Service, Kazakhstans President Kassym-Jomart Tokayev speaks during his televised statement to the nation in Nur-Sultan, Kazakhstan, Friday, Jan. 7, 2022. In the face of mounting domestic unrest and apparent uncertainty over the loyalty of law enforcement and military forces, Kazakhstans president has turned to a Russia-dominated security alliance for help. The Collective Security Treaty Organization was formed in the first half of the 1990s following the collapse of the Soviet Union. Besides Russia, it includes Armenia, Belarus, Kazakhstan, Kyrgyzstan, and Tajikistan. (Kazakhstans Presidential Press Service via AP)
Kassym-Jomart Tokayev (APPresiden Kazakhstan).
Almaty -

Pemilihan umum (Pemilu) telah selesai dilakukan di Kazakhstan. Hasilnya mantan Presiden Kassym-Jomart Tokayev mendapat suara terbanyak.

Dilansir dari AFP, Pemilu di Kazakhstan selesa digelar pada Minggu (20/11/2022). Media pemerintah telah melangsungkan jejak pendapat dengan hasil Tokayev memperoleh suara mayoritas untuk tetap sebagai kepala negara.

Tokayev memperoleh sebanyak 82,45 persen suara dan memberinya kemenangan yang diharapkan secara luas.

Kemenangan Presiden Tokayev hanyalah kesimpulan sebelumnya karena pria berusia 69 tahun itu tidak menghadapi perlawanan nyata.

Seperti diketahui, Kazakhstan menggelar Pemilu pada Minggu (20/11/2022). Terdapat enam capres yang berlaga pada pemilu tersebut.

Menurutnya Duta Besar Kazakhstan untuk Indonesia, Daniyar Sarekenov, ada sejumlah hal menarik dalam pemilihan presiden kali ini. Di antaranya calon presiden tidak lagi mewakili partai politik melainkan asosiasi nasional, serta jabatan presiden hanya satu periode yaitu 7 tahun.

"Mungkin yang paling penting, saya harus menyampaikan masa jabatan baru presiden. Seperti yang Anda tahu, dalam pidato negara tanggal 1 September, Presiden Tokayev membatasi masa jabatan presiden untuk saru periode tujuh tahun tanpa hak untuk mencalonkan ulang," ujarnya di Keduataan Kazakhstan, Jumat (18/11).

"Ini bisa dinilai sebagai terobosan nyata dalam demokrasi di negara kami. Satu periode tujuh tahun akan menghilangkan resiko monopoli kekuasaan dan memperkuat prinsip dasar demokrasi," imbuhnya.

(aik/aik)


ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT