ADVERTISEMENT

Rusia Kembali Gempur PLTN Ukraina, 1 Reaktor Nuklir Mati

Novi Christiastuti - detikNews
Kamis, 01 Sep 2022 16:25 WIB
A view shows the Zaporizhzhia Nuclear Power Plant in the course of Ukraine-Russia conflict outside the Russian-controlled city of Enerhodar in Zaporizhzhia region, Ukraine August 30, 2022. REUTERS/Alexander Ermochenko
Situasi di PLTN Zaporizhzhia, Ukraina, yang dikuasai Rusia pada akhir Agustus (REUTERS/Alexander Ermochenko)
Kiev -

Otoritas Ukraina melaporkan satu dari dua reaktor nuklir yang beroperasi di Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) Zaporizhzhia mati akibat gempuran terbaru pasukan Rusia. Satu reaktor nuklir lainnya yang beroperasi di PLTN terbesar di kawasan Eropa itu masih menyala.

"Sebagai dampak dari gempuran mortir lainnya oleh pasukan Rusia di lokasi pembangkit listrik tenaga nuklir Zaporizhzhia, perlindungan darurat diaktifkan dan unit daya ke-5 yang beroperasi dimatikan," sebut operator PLTN Zaporizhzhia, Energoatom, dalam pernyataan via Telegram seperti dilansir Reuters, Kamis (1/9/2022).

Energoatom menambahkan bahwa 'unit daya nomor 6 terus bekerja dalam sistem energi Ukraina' dan mengalirkan pasokan listrik untuk kebutuhan pembangkit listrik itu sendiri.

Akibat gempuran itu, saluran pasokan listrik yang digunakan untuk kebutuhan pembangkit listrik itu sendiri juga mengalami kerusakan dan generator tambahan harus diaktifkan.

Generator diesel, sebut Energoatom, sedang digunakan oleh unit daya nomor 2 yang tidak beroperasi.

PLTN Zaporizhzhia diketahui memiliki enam reaktor nuklir, namun hanya dua reaktor yang beroperasi. Pekan lalu, dua reaktor yang beroperasi itu sempat mati setelah terputus sepenuhnya dari jaringan listrik setempat. Ukraina menuduh insiden itu terjadi akibat gempuran pasukan Rusia, yang dibantah oleh Moskow.

Rusia yang menginvasi Ukraina sejak Februari lalu, berhasil merebut kendali atas PLTN Zaporizhzhia pada Maret lalu. Namun PLTN itu masih dioperasikan oleh para teknisi Ukraina yang bekerja untuk Energoatom.

Simak video 'Zelensky Minta Eropa Larang Tayangkan TV Pemerintah Rusia':

[Gambas:Video 20detik]



ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT