ADVERTISEMENT

Salman Rushdie Dirawat dengan Ventilator Usai Ditikam, Bisa Kehilangan Mata

Novi Christiastuti - detikNews
Sabtu, 13 Agu 2022 11:22 WIB
FILE - Author Salman Rushdie appears during the Mississippi Book Festival in Jackson, Miss., on Aug. 18, 2018. Rushdie, whose writing led to death threats, has been attacked on stage at an event in western New York (AP Photo/Rogelio V. Solis, File)
Novelis Salman Rushdie dalam foto tahun 2018 (AP Photo/Rogelio V. Solis, File)
New York -

Novelis kelahiran India, Salman Rushdie, tengah menjalani perawatan medis di rumah sakit karena mengalami luka parah usai ditikam berulang kali di bagian leher dan torso saat menghadiri sebuah acara di New York, Amerika Serikat (AS).

Rushdie baru saja menjalani operasi darurat selama berjam-jam dan kini harus dirawat dengan menggunakan ventilator di rumah sakit setempat. Demikian seperti dilansir Reuters dan AFP, Sabtu (13/8/2022).

Rushdie yang berusia 75 tahun ini diterbangkan ke rumah sakit usai ditikam seorang pria di atas panggung dalam acara yang dihadiri 2.500 orang di New York pada Jumat (12/8) waktu setempat. Serangan terjadi sesaat sebelum pukul 11.00 waktu setempat.

Setelah berjam-jam menjalani operasi pada Jumat (12/8) malam, Rushdie kini dirawat dengan ventilator dan tidak bisa berbicara untuk sementara.

"Kabarnya tidak bagus," ucap agen buku Rushdie, Andrew Wylie, dalam pernyataan via email.

"Salman kemungkinan akan kehilangan satu mata; saraf-saraf di lengannya terputus; dan livernya tertikam dan terluka," imbuhnya.

Pelaku penikaman yang diidentifikasi kepolisian setempat sebagai Hadi Matar (24) dari Fairview, New Jersey, telah ditangkap usai melakukan aksinya. Pelaku sengaja membeli tiket acara yang dihadiri Rushdie untuk melancarkan serangannya. Namun motif penikaman ini belum diketahui secara jelas.

Lihat juga Video: Penulis yang Dinilai Menghina Islam Ditusuk di Atas Panggung New York

[Gambas:Video 20detik]



ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT