Sorotan ke Perempuan Usai Setahun Afghanistan Dikuasai Taliban

ADVERTISEMENT

Sorotan ke Perempuan Usai Setahun Afghanistan Dikuasai Taliban

Tim detikcom - detikNews
Rabu, 10 Agu 2022 21:31 WIB
Sejumlah wanita di Afghanistan melakukan aksi unjuk rasa mengkritik Taliban. Dalam aksi itu salah satu aspirasi yang disuarakan adalah terkait hak-hak perempuan
Demonstrasi perempuan di Afghanistan (AP Photo/Ahmad Halabisaz)

Hak pendidikan perempuan

Pejabat senior Taliban di sejumlah kementerian mengklaim semua kebijakan dibuat oleh pemimpin tertinggi, yang bersikeras menerapkan Syariah Islam sesuai interpretasi pribadi. Saat ini Afganistan tercatat sebagai satu-satunya negara di dunia yang melarang perempuan belajar di sekolah menegah atas dan perguruan tinggi.

Maret lalu, Taliban mengumumkan akan membuka sekolah menengah pertama bagi murid perempuan. Tapi keputusan itu diralat keesokan paginya, ketika anak perempuan berduyun-duyun datang ke sekolah.

Guru dan anak-anak di Afghanistan gelar aksi tuntut hak-kesetaraan pendidikan bagi perempuan. Aksi digelar bertepatan dengan Hari Guru Nasional di Afghanistan.Guru dan anak-anak di Afghanistan gelar aksi tuntut hak-kesetaraan pendidikan bagi perempuan. Aksi digelar bertepatan dengan Hari Guru Nasional di Afghanistan. Foto: AP Photo/Ahmad Halabisaz

"Kami berharap sekolah akan kembali dibuka," kata Kerishma Rasheedi, yang berusia 16 tahun, yang sementara ini belajar dengan guru privat. Dia ingin mencari suaka ke luar negeri jika Taliban tetap melarang perempuan bersekolah. "Saya tidak akan berhenti belajar," katanya.

Sejauh ini, upaya dunia internasional melindungi hak perempuan Afganistan terbentur sikap keras Taliban. Sebagian perempuan mengaku terpaksa menerima norma baru demi mencari nafkah.

"Saya cinta pekerjaan saya," kata Gulestan Safari, yang berusia 45 tahun, soal profesinya sebagai perwira polisi perempuan. "Kami bisa membeli apapun yang kami mau, daging, buah-buahan..." imbuhnya. Kini Safari bekerja sebagai buruh domestik untuk menyambung hidup.


(dnu/lir)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT