Kian Merana Wanita Afghanistan di Bawah Kuasa Taliban

ADVERTISEMENT

Kian Merana Wanita Afghanistan di Bawah Kuasa Taliban

Tim detikcom - detikNews
Kamis, 21 Jul 2022 05:41 WIB
Sejumlah wanita di Afghanistan melakukan aksi unjuk rasa mengkritik Taliban. Dalam aksi itu salah satu aspirasi yang disuarakan adalah terkait hak-hak perempuan
Ilustrasi Perempuan Afghanistan (Foto: AP Photo/Ahmad Halabisaz)
Jakarta -

Perempuan-perempuan di Afghanistan kini kian merana. Hal ini lantaran Taliban yang saat ini menguasai Afghanistan kembali membatasi kebebasan perempuan.

Dilansir The New Arab, Rabu (20/7/2022), Taliban memerintahkan wanita-wanita yang bekerja pada lembaga pemerintahan untuk mengirimkan kerabat pria mereka guna menggantikan mereka bekerja. Hal ini menjadi contoh terbaru dari kebijakan garis keras Taliban dalam membatasi kebebasan perempuan di Afghanistan.

Laporan media Inggris, The Guardian, menyebut sebanyak 60 pekerja wanita di Kementerian Keuangan Afghanistan menerima panggilan telepon dari Taliban. Taliban disebut meminta mereka merekomendasikan kerabat pria untuk menggantikan mereka karena 'beban kerja di kantor telah meningkat'.

Para pekerja perempuan, meluapkan kemarahan atas permintaan itu. Para perempuan ini merupakan karyawan yang dipulangkan setelah Taliban berkuasa kembali pada Agustus tahun lalu dan menerima pengurangan gaji.

Para pekerja wanita itu menekankan bahwa mereka telah menghabiskan waktu selama bertahun-tahun dalam pelayanan untuk posisi dengan spesialisasi tinggi. Mereka juga menyampaikan kecemasan serta ketidakpastian untuk masa depan mereka.

Salah satunya Maryam (37) yang sejak lama menjadi pegawai Kementerian Keuangan Afghanistan. Dia menuturkan dirinya menerima panggilan telepon dari HRD tempatnya bekerja.

Simak halaman selanjutnya

Simak Video: Kepanikan Warga Afghanistan Timur Diguncang Gempa M 5,1

[Gambas:Video 20detik]



ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT