Sorotan ke Perempuan Usai Setahun Afghanistan Dikuasai Taliban

ADVERTISEMENT

Sorotan ke Perempuan Usai Setahun Afghanistan Dikuasai Taliban

Tim detikcom - detikNews
Rabu, 10 Agu 2022 21:31 WIB
Sejumlah wanita di Afghanistan melakukan aksi unjuk rasa mengkritik Taliban. Dalam aksi itu salah satu aspirasi yang disuarakan adalah terkait hak-hak perempuan
Demonstrasi perempuan di Afghanistan (AP Photo/Ahmad Halabisaz)

Sorotan

Monesa Mubarez adalah mantan Direktur Pengawasan di Kementerian Keuangan di Afghanistan. Namun kini setelah Taliban berkuasa lagi, Monesa kehilangan pekerjaannya. Mereka membatasi hak perempuan bekerja, memaksakan pakaian tertutup dan menutup sekolah perempuan di penjuru negeri.

"Satu perang berakhir, tapi perjuangan untuk menjamin hak perempuan Afganistan baru saja dimulai," kata dia. "Kami akan bersuara lantang terhadap setiap ketidakadilan sampai nafas terakhir," kata Monesa Mubarez yang menetap di Kabul itu, dilansir DW.

Afganistan Satu Tahun di Bawah TalibanAfganistan Satu Tahun di Bawah Taliban Foto: DW (News)

Itu hanyalah salah satu potret. Para perempuan lain juga punya masalah serupa. Mereka berdemonstrasi meski berisiko diciduk aparat Taliban. Monesa tak gentar. Acara-acara tertutup digelar oleh oposisi perempuan.

Utusan Perempuan PBB untuk Afganistan, Alison Davidian, mengatakan kisah Monesa bukan hal unik di Afganistan.

"Bagi banyak perempuan di dunia, berjalan di luar rumah adalah hal biasa," ujarnya, "tapi bagi banyak perempuan Afganistan, hal sederhana ini bernilai besar. Ia adalah sebuah perlawanan."

Selanjutnya, hak pendidikan perempuan:

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT