ADVERTISEMENT

Sorotan ke Perempuan Usai Setahun Afghanistan Dikuasai Taliban

Tim detikcom - detikNews
Rabu, 10 Agu 2022 21:31 WIB
Sejumlah wanita di Afghanistan melakukan aksi unjuk rasa mengkritik Taliban. Dalam aksi itu salah satu aspirasi yang disuarakan adalah terkait hak-hak perempuan
Demonstrasi perempuan di Afghanistan (AP Photo/Ahmad Halabisaz)
Jakarta -

Setahun sudah Taliban kembali berkuasa di Afghanistan. Isu hak kaum perempuan menjadi sorotan.

Setelah sempat berkuasa pada 1996 hingga 2001 silam, Taliban berkuasa lagi di Afghanistan pada 15 Agustus 2021 lalu. Sejak saat itu, hak-hak perempuan untuk bekerja dan beraktivitas di sektor publik menjadi lebih terbatas. Pendidikan untuk kaum perempuan juga menjadi keprihatinan.

Dilansir The New Arab, Juli lalu, Taliban memerintahkan wanita-wanita yang bekerja pada lembaga pemerintahan untuk mengirimkan kerabat pria mereka guna menggantikan mereka bekerja.

Laporan media Inggris, The Guardian, menyebut sebanyak 60 pekerja wanita di Kementerian Keuangan Afghanistan menerima panggilan telepon dari Taliban. Taliban disebut meminta mereka merekomendasikan kerabat pria untuk menggantikan mereka karena 'beban kerja di kantor telah meningkat'.

Anak perempuan di beberapa provinsi Afghanistan dilarang bersekolah selama lebih dari setahun dan wanita di berbagai sektor diberhentikan dari pekerjaannya.

Padahal sesaat kembali berkuasa, Taliban sempat memberi angin surga untuk hak-hak perempuan. Ternyata, kondisinya tidak jauh berbeda ketimbang akhir tahun 1990-an silam.

Deutsche Welle (DW) menyoroti hak-hak perempuan-perempuan Afghanistan di momen setahun Taliban berkuasa sekarang ini:

Simak juga 'Ikuti Peraturan Taliban, Presenter TV Afghanistan Tampil Memakai Burka':

[Gambas:Video 20detik]




ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT