ADVERTISEMENT

5 Berita Terpopuler Internasional Hari Ini

Tim detikcom - detikNews
Sabtu, 30 Jul 2022 19:21 WIB
In this photo taken from video a view of a destroyed barrack at a prison in Olenivka, in an area controlled by Russian-backed separatist forces, eastern Ukraine, Friday, July 29, 2022. Russia and Ukraine accused each other Friday of shelling a prison in a separatist region of eastern Ukraine, an attack that reportedly killed dozens of Ukrainian military prisoners who were captured after the fall of a southern port city of Mariupol in May. (AP Photo)
Dampak kerusakan pada penjara di Olenivka, Donetsk, usai gempuran menewaskan puluhan tahanan perang yang membuat Ukraina dan Rusia saling tuding (AP Photo)
Jakarta -

Rusia dan Ukraina saling tuduh soal gempuran yang menewaskan puluhan tahanan perang di Donetsk yang dikuasai separatis pro-Moskow. Presiden Volodymyr Zelensky menyebut kematian puluhan tahanan perang itu menunjukkan harus ada pengakuan hukum yang jelas bahwa Rusia merupakan negara sponsor terorisme.

Kementerian Pertahanan Rusia menuduh gempuran itu dilancarkan militer Ukraina dengan sistem roket jarak jauh HIMARS yang dipasok Amerika Serikat (AS). Tuduhan itu langsung ditepis oleh Zelensky. Otoritas Ukraina menegaskan pasukannya tidak menargetkan infrastruktur sipil atau tahanan perang.

Menyusul gempuran yang menewaskan puluhan tahanan perang itu, Zelensky mendesak komunitas internasional, terutama AS, agar ada keputusan soal penetapan Rusia sebagai 'negara sponsor terorisme'.

Selain berita tersebut, berikut ini berita-berita internasional yang menarik perhatian pembaca detikcom, hari ini, Sabtu (30/7/2022):

- Rusia-Ukraina Saling Tuduh Soal Gempuran Tewaskan Puluhan Tahanan Perang

Rusia dan Ukraina saling tuduh soal gempuran yang menghantam sebuah penjara hingga menewaskan puluhan tahanan perang Ukraina di wilayah Donetsk yang dikuasai separatis pro-Moskow. Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky menyebut gempuran terhadap penjara di Donetsk sebagai 'kejahatan perang Rusia yang disengaja'.

Seperti dilansir AFP, Sabtu (30/7/2022), Kementerian Pertahanan Rusia menuduh gempuran itu dilancarkan militer Ukraina dengan sistem roket jarak jauh HIMARS yang dipasok Amerika Serikat (AS). Rusia menyebutnya 'provokasi mengerikan' yang dirancang untuk menghentikan tentara agar tidak menyerahkan diri.

Juru bicara separatis pro-Rusia di Donetsk, Daniil Bezsonov, sebelumnya juga menuduh militer Ukraina telah menggempur sebuah penjara di kota Olenivka. Disebutkan Bezsonov, seperti dilansir Associated Press dan Al Jazeera, bahwa gempuran itu telah menewaskan sedikitnya 40 tahanan perang Ukraina.

Tuduhan-tuduhan itu langsung ditepis oleh Zelensky. Otoritas Ukraina menegaskan pasukannya tidak menargetkan infrastruktur sipil atau tahanan perang.

- Zelensky Serukan Rusia Segera Diakui sebagai Negara Sponsor Terorisme

Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky menyebut kematian puluhan tahanan perang di penjara yang dikelola separatis pro-Moskow menunjukkan seharusnya ada pengakuan hukum yang jelas bahwa Rusia merupakan negara sponsor terorisme.

Seperti dilansir Reuters dan AFP, Sabtu (30/7/2022), desakan itu disampaikan Zelensky kepada komunitas internasional, terutama Amerika Serikat (AS), dalam pernyataan video terbaru pada Jumat (29/7) malam waktu setempat, usai gempuran menghantam penjara di Olenivka, Donetsk.

"Saya memohon khususnya kepada Amerika Serikat. Sebuah keputusan diperlukan dan dibutuhkan sekarang," tegas Zelensky dalam pernyataannya, merujuk pada penetapan Rusia sebagai 'negara sponsor terorisme'.

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT