Zelensky Serukan Rusia Segera Diakui sebagai Negara Sponsor Terorisme

ADVERTISEMENT

Zelensky Serukan Rusia Segera Diakui sebagai Negara Sponsor Terorisme

Novi Christiastuti - detikNews
Sabtu, 30 Jul 2022 10:25 WIB
Ukraines President Volodymyr Zelenskiy attends a joint news briefing with Dutch Prime Minister Mark Rutte (not seen), as Russias attack on Ukraine continues, in Kyiv, Ukraine July 11, 2022. REUTERS/Valentyn Ogirenko/File Photo
Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky (REUTERS/Valentyn Ogirenko/File Photo)
Kiev -

Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky menyebut kematian puluhan tahanan perang di penjara yang dikelola separatis pro-Moskow menunjukkan seharusnya ada pengakuan hukum yang jelas bahwa Rusia merupakan negara sponsor terorisme.

Seperti dilansir Reuters dan AFP, Sabtu (30/7/2022), desakan itu disampaikan Zelensky kepada komunitas internasional, terutama Amerika Serikat (AS), dalam pernyataan video terbaru pada Jumat (29/7) malam waktu setempat, usai gempuran menghantam penjara di Olenivka, Donetsk.

"Saya memohon khususnya kepada Amerika Serikat. Sebuah keputusan diperlukan dan dibutuhkan sekarang," tegas Zelensky dalam pernyataannya, merujuk pada penetapan Rusia sebagai 'negara sponsor terorisme'.

Zelensky sebelumnya menepis tuduhan-tuduhan Rusia dan separatis pro-Moskow yang menyebut gempuran militer Kiev telah menghantam sebuah penjara di Olenivka pada Jumat (29/7) dan menewaskan sedikitnya 40 tahanan perang Ukraina.

Militer Ukraina juga menegaskan pasukannya tidak menargetkan infrastruktur sipil atau tahanan perang.

"Angkatan bersenjata Ukraina, yang sepenuhnya mematuhi dan memenuhi prinsip-prinsip dan norma hukum kemanusiaan internasional, tidak pernah melakukan dan tidak sedang melancarkan gempuran terhadap infrastruktur sipil, khususnya tempat-tempat di mana rekan-rekan tahanan perang kemungkinan ditahan," tegas militer Ukraina dalam pernyataannya.

Dalam bantahannya, Zelensky balik menuduh Rusia yang telah menggempur penjara itu. "Hari ini saya menerima informasi soal serangan oleh para penjajah (pasukan Rusia-red) di Olenivka, di wilayah Donetsk," ucap Zelensky dalam pernyataan pada Jumat (29/7) malam.

"Itu merupakan kejahatan perang Rusia yang disengaja, sebuah pembunuhan massal yang disengaja terhadap para tahanan perang Ukraina," tegasnya.

"Lebih dari 50 orang tewas," imbuh Zelensky, menyebutkan jumlah korban tewas yang lebih banyak dari laporan separatis pro-Rusia.

Sekitar 130 orang lainnya dilaporkan mengalami luka-luka akibat gempuran di Donetsk pada Jumat (29/7) waktu setempat.

Lihat juga video 'Zelenskiy: Rusia Berencana Hentikan Pasokan Gas untuk Teror Eropa':

[Gambas:Video 20detik]



(nvc/idh)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT