ADVERTISEMENT

5 Berita Terpopuler Internasional Hari Ini

Tim detikcom - detikNews
Kamis, 21 Jul 2022 18:02 WIB
Demonstrators react after entering the premises of the office of Sri Lankas Prime Minister Ranil Wickremesinghe, amid the countrys economic crisis, in Colombo, Sri Lanka July 13, 2022. REUTERS/Adnan Abidi     TPX IMAGES OF THE DAY
Momen saat warga menggeruduk kediaman Presiden Sri Lanka Gotabaya Rajapaksa yang kabur ke Maladewa kemudian Singapura di tengah krisis ekonomi (dok. REUTERS/Adnan Abidi)
Jakarta -

Kepala Badan Intelijen Pusat Amerika Serikat (AS) atau CIA menyebut Sri Lanka membuat 'pertaruhan bodoh' dalam investasi utang China yang membuat kolaps perekonomiannya. Turki menyangkal terlibat dalam serangan artileri yang menewaskan sembilan warga sipil di wilayah otonomi Kurdi di Irak.

Sri Lanka disebut terbebani oleh utang China karena membuat pertaruhan yang sangat bodoh soal masa depan ekonomi mereka. Hasilnya, Sri Lanka menderita bencana ekonomi dan politik.

Sementara pemerintah Turki menegaskan pihaknya menentang semua jenis serangan yang menargetkan warga sipil. Turki justru mencetuskan bahwa serangan semacam itu dilakukan oleh 'organisasi teroris'.

Selain berita tersebut, berikut ini berita-berita internasional yang menarik perhatian pembaca detikcom, hari ini, Kamis (21/7/2022):

- Kepala CIA Sebut Sri Lanka Bodoh Soal Utang Investasi China

Sri Lanka mengalami kekacauan dalam negeri, bahkan presidennya kabur dan istananya digeruduk rakyat. Pemimpin badan intelijen pusat Amerika Serikat (AS) atau CIA menyebut Sri Lanka telah bertindak bodoh dalam menyikapi China.

Dilansir AFP, Kamis (21/7/2022), Kepala CIA Bill Burns menyatakan Sri Lanka terjerat utang investasi China. Jadinya, ekonomi Sri Lanka morat-marit.

"China punya banyak beban untuk dibuang dan mereka dapat membuat situasi menjadi sangat menarik untuk investasi mereka," kata Bill Burns di Aspen Security Forum, Rabu (20/7) waktu setempat.

- Turki Sangkal Dalangi Serangan Tewaskan 9 Warga Sipil di Irak

Pemerintah Turki menyangkal terlibat dalam serangan artileri yang menewaskan sembilan warga sipil di wilayah otonomi Kurdi di Irak. Ditegaskan Turki bahwa serangan semacam itu dilakukan oleh 'organisasi teroris'.

Seperti dilansir AFP, Kamis (21/7/2022), Baghdad menyalahkan Turki, negara tetangganya, atas serangan yang menghantam sebuah taman di Dohuk, wilayah otonomi Kurdistan di Irak bagian utara. Korban termasuk sejumlah turis Irak yang mengunjungi desa perbukitan Parakh di distrik Zakho.

Turki sendiri diketahui pernah melancarkan serangan lintas perbatasan semacam itu. Pada April lalu, Ankara meluncurkan operasi militer di wilayah Irak bagian utara, yang disebut sebagai 'Operation Claw-Lock', yang diklaim menargetkan petempur Partai Pekerja Kurdistan (PKK), yang ditetapkan sebagai organisasi teroris dan dilarang di Turki.

Otoritas Turki dalam tanggapannya membantah tuduhan Irak dan mencetuskan bahwa PKK yang mungkin bertanggung jawab atas serangan mematikan pada Rabu (20/7) waktu setempat itu.

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT