Ranil Wickremesinghe Resmi Dilantik Jadi Presiden Baru Sri Lanka

ADVERTISEMENT

Ranil Wickremesinghe Resmi Dilantik Jadi Presiden Baru Sri Lanka

Novi Christiastuti - detikNews
Kamis, 21 Jul 2022 12:55 WIB
Ranil Wickremesinghe, newly appointed prime minister, arrives at a Buddhist temple after his swearing-in ceremony, amid the countrys economic crisis, in Colombo, Sri Lanka, May 12, 2022. REUTERS/Dinuka Liyanawatte
Presiden Sri Lanka Ranil Wickremesinghe (REUTERS/Dinuka Liyanawatte)
Kolombo -

Ranil Wickremesinghe telah resmi dilantik menjadi Presiden baru Sri Lanka yang dilanda krisis berkepanjangan. Dia menggantikan Gotabaya Rajapaksa yang mundur usai kabur ke luar negeri saat menghadapi protes besar-besaran rakyat Sri Lanka.

Seperti dilansir AFP, Kamis (21/7/2022), Wickremesinghe (73) terpilih menjadi Presiden Sri Lanka setelah mengalahkan dua kandidat lainnya dalam pemilihan yang digelar parlemen pada Rabu (20/7) waktu setempat. Dia sebelumnya menjabat sebagai Perdana Menteri (PM) Sri Lanka sebanyak enam kali.

Wickremesinghe mengucapkan sumpah jabatannya di hadapan Hakim Agung Jayantha Jayasuriya di kompleks parlemen Sri Lanka yang dijaga ketat pada Kamis (21/7) waktu setempat.

Kepala Kepolisian Sri Lanka dan jajaran pejabat tinggi militer Sri Lanka berdiri di belakang Wickremesinghe saat sumpah jabatan Presiden Sri Lanka diucapkannya, dengan kehadiran ketua parlemen Mahinda Abeywardana.

Seremoni pelantikan singkat itu disiarkan secara langsung oleh televisi lokal Sri Lanka, namun entah kenapa sempat terputus sebelum pengambilan sumpah jabatan dilakukan. Para pejabat setempat menegaskan penyelidikan terhadap insiden itu tengah dilakukan.

Sejumlah sumber pejabat setempat menyatakan Wickremesinghe diperkirakan akan membentuk kabinet baru yang terdiri tidak lebih dari 30 menteri untuk membawa Sri Lanka keluar dari krisis ekonomi terburuk sejak memperoleh kemerdekaan dari Inggris tahun 1948 silam.

Sri Lanka yang berpenduduk 22 juta jiwa itu mengalami pemadaman listrik berkepanjangan dan dilanda kekurangan bahan bakar, makanan serta obat-obatan selama berbulan-bulan.

Kemarahan publik atas situasi sulit itu memuncak ketika puluhan ribu demonstran menyerbu kediaman Rajapaksa dan memaksanya mengundurkan diri, yang kemudian membuka jalan untuk pemilihan Wickremesinghe.

(nvc/idh)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT