ADVERTISEMENT

Kepala CIA Sebut Sri Lanka Bodoh Soal Utang Investasi China

Tim detikcom - detikNews
Kamis, 21 Jul 2022 08:32 WIB
Demonstrators react after entering the premises of the office of Sri Lankas Prime Minister Ranil Wickremesinghe, amid the countrys economic crisis, in Colombo, Sri Lanka July 13, 2022. REUTERS/Adnan Abidi     TPX IMAGES OF THE DAY
Orang-orang di Sri Lanka (REUTERS/Adnan Abidi)
Jakarta -

Sri Lanka mengalami kekacauan dalam negeri, bahkan presidennya kabur dan istananya digeruduk rakyat. Pemimpin badan intelijen pusat Amerika Serikat (AS) atau CIA menyebut Sri Lanka telah bertindak bodoh dalam menyikapi China.

Dilansir AFP, Kamis (21/7/2022), Kepala CIA Bill Burns menyatakan Sri Lanka terjerat utang investasi China. Jadinya, ekonomi Sri Lanka morat-marit.

"China punya banyak beban untuk dibuang dan mereka dapat membuat situasi menjadi sangat menarik untuk investasi mereka," kata Bill Burns di Aspen Security Forum, Rabu (20/7) waktu setempat.

Sri Lanka terbebani oleh utang China karena Sri Lanka telah membuat pertaruhan yang sangat bodoh soal masa depan ekonomi mereka. Hasilnya, Sri Lanka menderita bencana ekonomi dan politik.

"Saya pikir itu harus menjadi bahan pembelajaran untuk pemain-pemain lain-tidak cuma di Timur Tengah atau Asia Selatan, tapi juga di seluruh dunia-yakni soal mencermati kesepakatan seperti ini," kata Bill Burns.

China berinvestasi banyak di Sri Lanka-negara yang terletak di Samudera Hindia dekat India, dan India kadang dianggap sebagai saingan Beijing. Sebelumnya, China telah bekerja sama secara erat dengan Presiden Sri Lanka yang telah mundur dan kabur, Gotabaya Rajapaksa.

Presiden Sri Lanka Mundur: Simak 5 Fakta Mundurnya RajapaksaPresiden Sri Lanka yang mundur, Gotabaya Rajapaksa (BBC World)

Utang investasi Sri Lanka dari China berbentuk proyek investasi. Pada 2017, Sri Lanka tidak bisa membayar utang USD 1,4 miliar dalam hal proyek konstruksi pelabuhan di bagian selatan negara itu. Konsekuensinya, Sri Lanka harus menyewakan fasilitas itu ke China, tapi sewa selama 99 tahun.

Dekat dengan Bandara Rajapaksa, ada proyek pinjaman China senilai USD 200 juta.

Adapun Menteri Luar Negeri AS Antony Blinken menyalahkan blokade Rusia terhadap gandum Ukraina sebagai faktor bangkrutnya Sri Lanka.

Simak Video: Kata-kata Pertama Ranil Wickremesinghe, Presiden Baru Sri Lanka

[Gambas:Video 20detik]



(dnu/dnu)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT