Ratusan Keluarga di Korut Alami Penyakit Pencernaan Misterius

ADVERTISEMENT

Ratusan Keluarga di Korut Alami Penyakit Pencernaan Misterius

Novi Christiastuti - detikNews
Jumat, 17 Jun 2022 16:10 WIB
Korea Utara terapkan lockdown nasional usai mengkonfirmasi kasus COVID-19 untuk pertama kalinya. Kasus subvarian Omicron BA.2 itu terdeteksi di Pyongyang.
Ilustrasi -- Korut dilanda wabah penyakit pencernaan saat sistem layanan kesehatannya tengah dibebani oleh wabah virus Corona (dok. AP Photo/Jon Chol Jin)
Pyongyang -

Otoritas Korea Utara (Korut) mengungkapkan bahwa ratusan keluarga di wilayahnya jatuh sakit dengan penyakit pencernaan yang tak teridentifikasi. Situasi ini semakin menambah tekanan terhadap sistem layanan kesehatan yang tengah dibebani oleh virus Corona (COVID-19).

Seperti dilansir AFP, Jumat (17/6/2022), Pyongyang mengumumkan kasus Corona pertama di Korut bulan lalu dan mengaktifkan 'sistem pencegahan epidemi darurat maksimum', dengan pemimpin mereka Kim Jong-Un menempatkan dirinya di depan dan pusat respons pemerintah.

Meskipun begitu, virus Corona mengoyak populasi 25 juta warga Korut yang belum divaksinasi, dengan menurut penghitungan yang dirilis media pemerintah, lebih dari 4,5 juta kasus 'demam' dan sedikitnya 73 kematian dilaporkan sejauh ini.

Semakin menambah kesengsaraan, kantor berita resmi Korut, Korea Central News Agency (KCNA), pekan ini mengumumkan adanya 'epidemi enterik akut' baru di Provinsi Hwanghae Selatan, dengan Kim Jong-Un mendesak jajaran pejabatnya untuk 'mengatasi epidemi secepat mungkin'.

Enterik merupakan bakteri yang umumnya berada di saluran pencernaan.

Sebagai tanda keseriusan situasi, Kim Yo-Jong -- adik perempuan Kim Jong-Un -- menjadi salah satu dari sekelompok pejabat senior yang dilaporkan mendonasikan obat-obatan secara pribadi untuk membantu.

Obat-obatan itu, sebut KCNA, akan diantarkan ke 'lebih dari 800 keluarga yang menderita epidemi akut yang terjadi di beberapa area Provinsi Hwanghae Selatan'. Angka tersebut menunjukkan setidaknya 1.600 orang terinfeksi penyakit enterik.

Laporan itu memicu spekulasi bahwa penyakit tak teridentifikasi yang dimaksud mungkin kolera atau tifus.

Lihat juga video 'Kim Jong Un Beri Nama Program Vaksin Korut 'Ramuan Cinta Abadi'':

[Gambas:Video 20detik]



Jika dikonfirmasi, wabah itu bisa memperburuk kekurangan pangan kronis yang telah melanda Korut, karena Provinsi Hwanghae Selatan merupakan salah satu area pertanian utama di Korut.

Para pakar telah memperingatkan adanya situasi darurat kesehatan besar di Korut, yang diketahui memiliki salah satu sistem layanan medis terburuk di dunia, jika Corona semakin menyebar luas.

Korut yang tergolong sebagai negara miskin ini memiliki rumah-rumah sakit dengan peralatan yang kurang lengkap, dengan hanya sedikit unit perawatan intensif dan tidak memiliki obat-obatan untuk perawatan COVID-19 atau kemampuan tes Corona massal.

"Dengan infrastruktur medis Korea Utara yang sudah sangat ketinggalan zaman, sebuah penyakit pencernaan akut bisa muncul kapan saja," sebut seorang pejabat Kementerian Unifikasi Korea di Seoul.

Korsel, sebut pejabat itu, bersedia untuk membantu Korut dalam menangani wabah baru jika negara tetangganya itu bersedia menerima bantuan. Korsel sebelumnya menawarkan bantuan vaksin Corona dan bantuan medis lainnya kepada Korut untuk membantu penanganan wabah Corona, namun ditolak oleh Korut.

(nvc/ita)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT