Rudal Kiriman Paman Sam bagi Ukraina Luluh Lantak di Tangan Rusia

ADVERTISEMENT

Rudal Kiriman Paman Sam bagi Ukraina Luluh Lantak di Tangan Rusia

Tim detikcom - detikNews
Selasa, 14 Jun 2022 05:00 WIB
A local resident looks at grass that is on fire after a shelling, amid Russias attack on Ukraine, near the town of Bakhmut, Donetsk region Ukraine June 12, 2022. REUTERS/Gleb Garanich
Ilustrasi rudal (REUTERS/GLEB GARANICH)

Kendaraan Tempur Asal Jerman Siap Dikirim

Perusahaan Jerman, Rheinmetall, menyelesaikan modernisasi kendaraan tempur infanteri tipe Marder yang pertama. Seorang juru bicara perusahaan, dalam sebuah komentar kepada kantor berita Jerman dpa pada hari Minggu (12/6), mengatakan enam kendaraan 'siap'.

Rheinmetall sedang dalam proses memperbaiki 100 Marders, kata Ketua Armin Papperger kepada surat kabar Jerman "Bild am Sonntag."

Dengan adanya kemungkinan pengiriman ke Ukraina, Papperger menambahkan: "Kapan dan di mana Marder akan dikirim adalah murni keputusan pemerintah federal."

Menurut Papperger, 88 tank Leopard 1 dan beberapa tank Leopard 2 juga berada di depot di Rheinmetall untuk dimodernisasi.

Ukraina ingin Jerman mengirimkan senjata berat sehingga pasukan Ukraina dapat mempertahankan diri dengan lebih baik melawan Rusia. Namun, pemerintah Jerman belum memberikan izin untuk mengirim Marder ke Ukraina.

Amnesty Tuduh Rusia Lakukan Kejahatan Perang di Kharkiv

Organisasi hak asasi manusia Amnesty International menuduh Rusia melakukan kejahatan perang di kota timur laut Ukraina di Kharkiv. Amnesty mengatakan serangan di Kharkiv telah menewaskan ratusan warga sipil.

"Pemboman berulang terhadap lingkungan perumahan di Kharkiv adalah serangan membabi buta yang menewaskan dan melukai ratusan warga sipil, dan dengan demikian merupakan kejahatan perang," tegas kelompok hak asasi manusia tersebut dalam sebuah laporan.

"Hal ini berlaku baik untuk serangan yang dilakukan dengan menggunakan amunisi maupun yang dilakukan dengan menggunakan roket dan peluru artileri tak terarah."

Amnesty mengatakan mereka telah menemukan bukti penggunaan berulang bom cluster 9N210 dan 9N235, serta ranjau darat yang disebar oleh pasukan Rusia.


(haf/haf)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT