ADVERTISEMENT

International Updates

Rusia Hancurkan Gudang Ukraina Berisi Rudal AS, Kim Jong Un Dukung Invasi

Tim detikcom - detikNews
Senin, 13 Jun 2022 17:16 WIB
Invasi Rusia ke Ukraina memasuki hari ke-100. Alih-alih mendambakan perdamaian, Ukraina justru mengalami kehancuran yang kian parah.
kerusakan di Ukraina akibat serangan Rusia (Foto: AP Photo)
Jakarta -

Kementerian Pertahanan Rusia mengklaim pasukannya menghancurkan sebuah gedung yang penuh dengan sistem rudal antitank dan antipesawat yang dipasok kepada Ukraina oleh Amerika Serikat (AS) dan Uni Eropa.

Seperti dilansir Al Arabiya News, Senin (13/6/2022), juru bicara Kementerian Pertahanan Rusia, Mayor Jenderal Igor Konashenkov, mengungkapkan bahwa Angkatan Udara Rusia dengan menggunakan rudal jelajah Kalibr dalam serangannya berhasil menghancurkan gudang persenjataan besar di wilayah Ternopil, Ukraina.

"Rudal jarak jauh dengan presisi tinggi Kalibr yang berbasis di laut menghancurkan sebuah gudang besar, di area permukiman Chortkiv, wilayah Ternopil, yang berisi sistem rudal antitank yang dipasok kepada rezim Kiev dari AS dan negara-negara Eropa," ujar Konashenkov seperti dilansir kantor berita Rusia TASS.

"Sistem rudal antipesawat jenis man-portable dan peluru artileri untuk sistem persenjataan," imbuhnya.

Selain berita tersebut, berikut ini berita-berita internasional yang menarik perhatian pembaca detikcom, hari ini, Senin (13/6/2022):

- Separatis Pro-Rusia Tolak Ampuni 2 Warga Inggris yang Divonis Mati

Pemimpin separatis pro-Rusia di wilayah Donetsk, Ukraina bagian timur, menolak untuk meringankan hukuman dua warga negara Inggris yang divonis mati pekan lalu, usai ditangkap saat bertempur untuk Kiev. Ditegaskan tidak ada alasan untuk mengampuni kedua pria yang dinyatakan bersalah menjadi 'tentara bayaran' itu.

Seperti dilansir Reuters, Senin (13/6/2022), pengadilan di wilayah Republik Rakyat Donetsk yang menyatakan kemerdekaannya sendiri, pada Kamis (9/6) lalu, menyatakan Aiden Aslin dan Shaun Pinner -- keduanya warga Inggris -- bersalah atas 'aktivitas tentara bayaran' yang berupaya menggulingkan republik tersebut.

Keduanya diadili dan divonis bersama seorang warga Maroko Brahim Saadoun yang juga ditangkap saat bertempur di Ukraina.

- Kim Jong Un Angkat Perunding Nuklir Jadi Menlu Wanita Pertama

Seorang perunding nuklir top Korea Utara (Korut) diangkat menjadi Menteri Luar Negeri (Menlu) wanita pertama di negara tersebut.

Seperti dilansir CNN, Senin (13/6/2022), Choe Son Hui yang merupakan diplomat karier Korut ditunjuk menjadi Menlu dalam rapat pleno Komisi Pusat Partai Buruh Korut yang digelar 8-10 Juni lalu dan diawasi langsung oleh pemimpin Korut Kim Jong-Un.

Penunjukan itu dilaporkan oleh kantor berita Korut, Korean Central News Agency (KCNA) pada Sabtu (11/6) waktu setempat, di tengah rentetan peringatan dari Amerika Serikat (AS) bahwa Pyongyang sedang mempersiapkan uji coba nuklir terbaru.

Laporan KCNA soal rapat pleno itu tidak menyebut soal kemampuan nuklir dan uji coba rudal Korut, maupun AS dan Korea Selatan (Korsel).

- Kim Jong Un Angkat Perunding Nuklir Jadi Menlu Wanita Pertama

Seorang perunding nuklir top Korea Utara (Korut) diangkat menjadi Menteri Luar Negeri (Menlu) wanita pertama di negara tersebut.

Simak Video: Ratusan Tentara Ukraina yang Tewas di Pabrik Baja Azov Belum Dievakuasi

[Gambas:Video 20detik]



ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT